BATANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 1.000 selebaran berisi imbauan penolakan politik uang disebar di 21 titik di Kabupaten Batang oleh aktivis ’Omah Rakyat Batang’. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya bagi-bagi uang menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg), 9 April 2009.
Koordinator Omah Rakyat Batang, Ardianto di Batang, Senin, mengatakan, kegiatan penyebaran pamflet ini tersebut sebagai upaya untuk mengajak masyarakat tidak terperosok dengan memilih calon legislatif yang menggunakan politik uang.
"Memasuki masa tenang pemilu, kami nilai cukup rawan terjadinya politik uang yang dilakukan para caleg. Karena itu kami mengajak masyarakat agar tetap waspada," katanya.
Menurut dia, ribuan selebaran pamflet tersebut telah disebar di 21 titik, antara lain di jalan pertigaan Dracik, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang, pabrik ikan, pertigaan Pejangkaran Karangasem Utara, pos kamling Cepoko Kuning, lapangan Kasepuhan, jembatan penghubung Dracik-Kecepak, Kalisalak, Pasar Singokerten Kauman, dan Karangasem Selatan.
"Kami mengharapkan adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika menjumpai adanya unsur politik uang saat memasuki hari tenang ini," katanya.
Anggota Divisi Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga, Panwas Kabupaten Batang, Fatchurrozak Fazani mengatakan, pihak Panwaskab aka mendukung kegiatan yang dilakukan oleh para aktivis ’Omah Rakyat’ karena dengan kegiatan itu diharapkan bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat berdemokrasi tanpa adanya imbalan uang.
Panwas Kabupaten Batang akan bertindak tegas untuk melaporkan kasus politik uang yang kemungkinan dilakukan oleh para calon legislatif saat memasuki hari tenang pemilu 2009.
"Kami mendukung kegiatan itu guna menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Selain itu kami akan bertindak tegas terhadap pelaku politik uang saat pemilu," katanya.