10 April, Demokrat-PKB Akan Bicara Koalisi?

Kompas.com - 07/04/2009, 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah mengetahui rencana pertemuan partainya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk membicarakan koalisi menjelang pemilihan presiden pada 10 April.

Namun sebelumnya, Sekjend PKB Lukman Edy mengatakan Demokrat ingin bertemu pada tanggal tersebut. "Saya dengar dari Pak SBY waktu itu, tanggal 10 akan bertemu membicarakan bangunan atasnya, tangga ketiga," tutur Lukman usai penandatanganan kerja sama sukses Pemilu 2009 di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurut Lukman, tangga pertama sebelumnya dibangun dalam pertemuan di Kantor DPP masing-masing sedangkan penandatanganan kerja sama kali ini merupakan tangga kedua. "Ini merupakan dorongan untuk koalisi permanen berkaitan dengan dorongan untuk satu calon presiden lalu mengamankan pemerintahan dan menguasai parlemen," ujar Lukman.

Sementara itu, Anas mengatakan belum mengetahui rencana tersebut. Namun, kesempatan tetap terbuka lebar. "Belum tahu apa ada pertemuan itu. Tapi tentunya parpol akan melakukan komunikasi lanjutan," tandas Anas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau