Celengan untuk Sahabat

Kompas.com - 08/04/2009, 02:22 WIB

Mata Hatimu Matahariku.

 Oleh: Irwan dwi Kustanto

Bahkan gelap sekalipun
Takkan mampu menahan
Kaki-kaki dan tongkat Melangkah beriringan
Ke lautan dalam,
Ke langit penuh bintang,
Ke cakrawala angan-angan yang penuh harapan

 

Bila jiwa bercahaya,
Bila hati tercerah asa
Bila matahatimu menjadi matahariku
Dan Menggema pada bola mata  kami yang buta
hingga telinga kami dapat menangkap warna, hingga jemari kami sanggup melihat dunia dan  mendekap semesta

bahkan gelap sekalipun tak dapat membuat kami (orang buta)
putus asa

sepercik  sinar dari hatimu itu
telah cukup membuat bola mata kami yang redup gulita
benderang seketika

dan seberkas cahaya matahatimu itu
membuat  hidup kami  penuh warna dan
bahagia

Itulah puisi karya Irwan Dwi Kustanto – seorang tunanetra sejak usia remaja, yang khusus diciptakannya untuk mengajak sahabat-sahabatnya “memberikan sedikit hati dan mata mereka” untuk para tunanetra di negeri ini.

Aku masih ingat, sekitar tiga  tahun lalu, saat Mitra Netra – lembaga di mana saat ini Irwan berkiprah sebagai Wakil Direktur, bekerja sama dengan Gagas Media – sebuah perusahaan penerbit buku, dan Perpustakan Departemen Pendidikan Nasional untuk pertama kalinya meluncurkan “tujuh novel dalam huruf Braille”, ia mengatakan “duapuluh tahun lamanya saya menunggu saat seperti ini, saat di mana saya bisa membaca buku-buku sastra yang saya ingin baca”. Kata-kata itu tentu saja membuat semua yang hadir terperangah, termasuk ketujuh penulis yang Novel versi Braille karya mereka diluncurkan  siang itu.

Apa  yang Irwan sampaikan itu adalah fakta; dan Irwan juga mewakili lebih dari tiga juta orang tunanetra di negeri ini. Bagi tunanetra di Indonesia, memiliki kesempatan membaca buku yang diinginkan adalah ”kemewahan yang amat sangat”. Berdasarkan data Mitra Netra, dari sepuluh ribu buku baru yang beredar di masyarakat setiap tahun, hanya satu persennya saja yang dapat diproduksi oleh Yayasan  ini untuk para tunanetra. Hal ini bisa dimengerti, karena hingga kini, Mitra Netra masih menjadi satu-satunya lembaga yang secara terus-menerus memproduksi buku bagi mereka yang punya hambatan penglihatan di Indonesia.

Menyadari keterbatasan ini, pada tanggal 30 Januari  lalu – bertepatan dengan ulang tahun ketiga Gerakan Seribu Buku Untuk Tunanetra --, Yayasan Mitra Netra, organisasi nir laba yang memusatkan perhatiannya pada upaya peningkatan kualitas dan partisipasi tunanetra di bidang pendidikan dan lapangan kerja, meluncurkan kegiatan kampanye kepedulian bertajuk “celengan Untuk Sahabat”.

“Celengan Untuk Sahabat” adalah ajakan menabung di sekolah masing-masing yang ditujukan kepada siswa-siswa  sekolah dasar; dengan menabung melalui “Celengan Untuk Sahabat” seorang siswa memiliki kesempatan  membantu teman-teman mereka yang tunanetra  dapat  membaca lebih banyak buku.

Mengapa  di sekolah? Ada beberapa alas an yang melatarbelakanginya. Pertama, melibatkan sekolah untuk memperkenalkan kepada para siswa bagaimana teman-teman mereka yang tunanetra membaca buku, dan agar teman-teman ini punya lebih banyak buku, para siswa  juga punya kesempatan untuk membantu.  Kedua, dengan menabung di sekolah, diharapkan kegiatan ini menjadi bagian dari aktivitas murid-murid di sekolah masing-masing.

Untuk keperluan ini, Mitra Netra, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak sekolah, akan mengirimkan sejumlah “celengan” yang nantinya disimpan di kelas masing-masing,   para guru kelas diharapkan mengkoordinir kegiatan ini di kelas masing-masing.  Dalam waktu yang disepakati, rata-rata tiga bulan, petugas dari Mitra Netra akan mengambil kembali “celengan tersebut”, dan akan menyampaikan laporan secara resmi kepada pihak sekolah, untuk kemudian juga diinformasikan kepada orang tua para siswa. Tidak hanya itu, sebagai laporan kepada public, Yayasan ini juga akan mengumumkan nama-nama sekolah yang bergabung dalam kegiatan kampanye kesadaran ini pada website www.mitranetra.or.id.

“Celengan Untuk Sahabat Bantu Teman-Teman Tunanetra membaca Lebih Banyak Buku Braille”.

Jakarta, 5 Februari 2009
Aria Indrawati
Kabag Humas Yayasan Mitra Netra

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau