Wall Street Kembali Terpuruk

Kompas.com - 08/04/2009, 07:29 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Saham-saham AS jatuh pada Selasa (8/4) waktu setempat, di tengah kecemasan dimulainya musim laporan hasil kinerja emiten kuartal pertama dan berlanjutnya kekhawatiran terhadap kesehatan institusi finansial.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 186,29 poin, atau 2,34 persen, menjadi 7.789,56, bergerak mundur lagi dari indeks blue chip level 8.000 yang tembus pada Jumat lalu, menutup rally (kenaikan panjang) empat pekan. 

Indeks komposit saham teknologi Nasdaq jatuh 45,10 poin, atau 2,81 persen, menjadi 1.561,61 dan indeks Standard & Poor’s 500 turun 19,93 poin, atau 2,39 persen, menjadi 815,55 poin.

Para pedagang mengatakan, pasar mencatat penurunan kali kedua hari berturut-turut akibat kecemasan menjelang musim laporan laba periode Januari-Maret.

Publikasi laporan keuangan dimulai Selasa, setelah pasar tutup dengan raksasa alumunium Alcoa, salah satu komponen Dow, melaporan rugi bersih 497 juta dollar AS.

Itu merupakan kali kedua kuartal berturut-turut mencatat kerugian, karena harga alumunium jatuh di tengah penurunan tajam ekonomi global. Saham Alcoa ditutup turun 1,52 persen pada 7,79 dollar AS.

"Pasar lebih peka terhadap ekspektasi hasil kuartal pertama yang buruk dan pandangan manajemen yang mengecewakan," kata kepala strategi pasar Wachovia Securities, Al Goldman.

"Dengan apa yang diperkirakan terhadap musim laporan hasil kinerja perusahaan, para pelaku pasar bergerak mengambil untung untuk kali kedua sesi berturut-turut," kata para analis Briefing.com dalam sebuah catata kepada para nasabahnya.

"Keputusan untuk menghindari kekecewaan lebih lanjut, telah mendorong para pelaku pasar mengirimkan penurunan 3,2 persen selama dua sesi terakhir," kata mereka.

Pasar juga dicengkeram kekhawatiran sektor finansial, menyusul laporan surat kabar yang menyoroti dalamnya masalah aset-aset buruk yang mengganggu institusi-institusi keuangan.

Menurut surat kabar Times, London, proyeksi baru dari IMF menyatakan utang-utang bermasalah yang dialami bank-bank dan asuransi dapat membengkak menjadi empat triliun dollar AS.

IMF pada Januari mengatakan, pihaknya memperkirakan aset-aset busuk yang berasal dari AS mencapai 2,2 triliun dollar AS pada akhir 2010, namun pihaknya memahami pandangan meningkat menjadi 3,1 triliun dollar AS dalam penilaian ekonomi global mendatang, yang akan dipublikasikan akhir bulan ini.

Ditambah lagi, IMF kemungkinan memproyeksikan 900 miliar dollar AS untuk aset-aset bermasalah asal Eropa dan Asia, kata Times.

Di antara saham-saham finansial, Bank of America turun 1,60 persen menjadi 7,36 dollar AS, JPMorgan Chase turun 3,37 persen menjadi 27,25 dollar AS, dan Wells Fargo turun 2,62 persen menjadi 14,85 dollar AS. Sementara itu, Citigroup naik 1,47 persen menjadi 2,76 dollar AS.

Saham Boeing ditutup merosot 3,98 persen menjadi 36,64 dollar AS, karena rencana pemotongan anggaran militer dapat menempatkan program jet-jet tempur dan peluru pertahanan pada risiko.
    
Sementara obligasi naik. Imbal hasil (yield) pada obligasi negara AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,909 persen dari 2,939 persen pada Senin, dan pada obligasi negara berjangka 30-tahun turun menjadi 3,729 persen dari 3,758 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau