Awas! 10 Titik Rawan Manipulasi dalam Pemilu

Kompas.com - 08/04/2009, 11:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajak segenap elemen masyarakat untuk mengawasi 10 titik rawan dalam penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu 2009, Kamis (9/4), yang memungkinkan suara masyarakat dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu.

Dalam aksi yang digelar di Bundaran HI, Rabu, Bawaslu dan 13 elemen pemantau serta satu institusi pendidikan menyerukan "Sepuluh Awas" dengan membagi-bagikan selebaran dan bunga kepada masyarakat yang melintas di Bundaran HI.

Seruan dalam aksi yang disebut dengan Deklarasi Siap Mengawasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2009 ini berisi ajakan untuk mengawasi:

1. Bagi-bagi uang untuk mempengaruhi pemilih (politik uang).

2. Intimidasi (ancaman dan atau tindakan kekerasan lainnya).

3. Netralitas petugas penyelenggara pemilu (KPPS dan Panwas Lapangan).

4. Netralitas petugas keamanan TPS dan polisi.

5. Hak pilih Anda dan masyarakat di lingkungan Anda.

6. Atribut kampanye (parpol dan caleg) tak boleh ada di lingkungan TPS.

7. Pemilih ganda (memilih lebih dari satu kali).

8. Tidak tersedianya surat suara, tinta, dan logistik pemilu lainnya sesuai dengan kebutuhan.

9. Proses penghitungan suara dan rekapitulasi perolehan suara tidak berlangsung secara terbuka.

10. Majikan tidak memberikan kesempatan hak pilih kepada buruh.

Bawaslu meminta masyarakat yang menengarai adanya pelanggaran-pelanggaran di atas untuk melaporkannya kepada Bawaslu melalui SMS Center 081288683527 atau telepon 021-3905889. "Identitas pelapor akan dirahasiakan," ujar anggota Bawaslu, Wahidah Suaib.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau