Pemerintah Tidak Tegas Ihwal Sekolah Nasional Plus!

Kompas.com - 08/04/2009, 13:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Hal itu disampaikan kemarin (Senin/6/4) dalam diskusi "Membedah Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional" di Jakarta. Para akademis menyoroti, keberadaan berbagai sekolah swasta berlabel "nasional plus" seperti Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Raffless Internasional, Sekolah High Scope dan lain-lainnya, itu bukan merupakan suatu bentuk akreditasi atau sertifikasi resmi dari Departemen Pendidikan Nasional.

Dalam penyelenggaraannya, sebuah sekolah nasional plus tidak menggunakan satu kurikulum secara mutlak. Tetapi, kurikulum tersebut lebih dari satu, yang disesuaikan dengan tiap mata pelajaran dan tingkatan dengan merujuk ke University of Cambridge International Examinations sebagai standar internasional yang diinginkan.

Menurut Romo E. Baskoro, Kepala Sekolah SMA Kanisius Jakarta, tujuan akhir dari pemakaian standar tersebut memang untuk memermudah siswa yang ingin berkuliah di luar negeri. Yaitu, agar siswa mudah lulus di ujian IGSCE atau International General Certificate of Secondary Education. "Dari sini saja sudah berbeda tujuan akhir akademisnya dan ini tak lain karena sudah ada kontrol dari Organization for Economic Cooperation and Development," tandas Baskoro.

Cambrigde minded. Sebagai kepala sekolah, Baskoro menyayangkan hal tersebut. Hal itu tidak akan terjadi, jika pemerintah mau bersikap tegas. "Sebetulnya tanpa harus menerima didikan yang mereka sebut dengan internasional macam ini, banyak kok anak didik kita yang tetap bisa sekolah di luar negeri dan tetap punya dasar nasionalisme yang baik," ujar Baskoro.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau