Mau Nyontreng, Bolpoin Sultan Macet

Kompas.com - 09/04/2009, 09:46 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X berharap, Pemilu 2009 bisa berjalan dengan tertib dan tenang. Problem daftar pemilih tetap yang belum tuntas diselesaikan diharapkan tidak akan memunculkan persoalan di lapangan.

"Untuk KPU kan DPT sudah final. Saya berharap DPT tidak akan sampai menimbulkan masalah. Kalau ada sesuatu yang kurang pas, ya selesaikan lewat proses ketentuan perundang-undangan yang ada," ungkap Sultan HB X seusai menyontreng di TPS 022, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Kamis (9/4).

Sultan HB X bersama permaisuri GKR Hemas dan tiga orang putrinya, yakni GKR Condrokirono, GKR Maduretno, dan GRAj Nurmastuti Wijareni, datang ke TPS tepat pada pukul 07.00. Setelah kedatangan Sultan, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara TPS 022 membuka TPS dan melakukan pengecekan logistik surat suara.

Menurut Sultan, proses pemberian suara tidak akan memunculkan persoalan. Akan tetapi, pada saat proses perhitungan suara perlu lebih dicermati karena merupakan penentuan. Tidak hanya saksi, dimungkinkan, para pendukung parpol dan caleg juga akan ikut menunggu perhitungan. "Saya berharap, perhitungan suara tidak ada sesuatu hal yang dipermasalahkan," ungkap Sultan.

Sultan juga mengimbau seluruh masyarakat menggunakan hak pilih sebaik-baiknya alias tidak golput (golongan putih). Saat menyontreng, bolpoin yang digunakan Sultan sempat macet dan harus diganti petugas. Sultan memberikan suara relatif cepat sekitar 3 menit. (RWN)  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau