JAKARTA, KOMPAS.com — Dona (24) terpaksa menelan kekecewaan karena batal memberikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Dapil IV Banten, Terminal I Bandara Soekarno-Hatta. Dona tidak sendiri, hingga kini terdapat lebih dari 30 penumpang yang terpaksa golput.
"Terpaksa kami tolak, karena sesuai ketentuan harus di daerah asal," kata Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Huzein Achmadi, saat ditemui di TPS 13 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (9/4).
Huzein memaparkan sesuai prosedur pemilih wajib melakukan mutasi sesuai tempat pemilihan. "Pemilih harus menukarkan C4 (kartu pemilih) dengan A5 di tempat asal. Kemudian A5 ditukarkan dengan C4 itu ke bandara," ujarnya. Penukaran tersebut harus dilakukan paling lambat H-3 atau tanggal 6 April 2009.
Padahal, Huzein mengaku pihaknya telah stanby di terminal I sejak H-6 untuk melayani mutasi.
Hal ini disesali sejumlah penumpang.
"Saya sudah ngos-ngosan sampai sini ternyata tidak bisa milih. Bukan niat saya untuk golput lho. Saya sudah berusaha. Ini tidak fair,memberikan suara kok harus didaerah asal. TPS kan ada di mana-mana. Kalau kita berhalangan bagaimana," ujar Dona.
Rencananya, pagi ini Dona akan terbang menuju Makassar.
Tidak haya penumpang, sejumlah karyawan operasional bandara yang tidak terdaftar juga terpaksa menelan kekecewaan. Efendi, karyawan Sriwijaya Air, mengaku sedih karena batal memilih. "Ya sedih saja hak suaranya hilang. Niatnya kan mau nyontreng. Soalnya istri saya kerja jadi tidak bisa nyontreng," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang