Dona Ditolak Nyontreng di TPS Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 09/04/2009, 09:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dona (24) terpaksa menelan kekecewaan karena batal memberikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Dapil IV Banten, Terminal I Bandara Soekarno-Hatta. Dona tidak sendiri, hingga kini terdapat lebih dari 30 penumpang yang terpaksa golput. 

"Terpaksa kami tolak, karena sesuai ketentuan harus di daerah asal," kata Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Huzein Achmadi, saat ditemui di TPS 13 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (9/4).

Huzein memaparkan sesuai prosedur pemilih wajib melakukan mutasi sesuai tempat pemilihan. "Pemilih harus menukarkan C4 (kartu pemilih) dengan A5 di tempat asal. Kemudian A5 ditukarkan dengan C4 itu ke bandara," ujarnya. Penukaran tersebut harus dilakukan paling lambat H-3 atau tanggal 6 April 2009.

Padahal, Huzein mengaku pihaknya telah stanby di terminal I sejak H-6 untuk melayani mutasi.

Hal ini disesali sejumlah penumpang.

"Saya sudah ngos-ngosan sampai sini ternyata tidak bisa milih. Bukan niat saya untuk golput lho. Saya sudah berusaha. Ini tidak fair,memberikan suara kok harus didaerah asal. TPS kan ada di mana-mana. Kalau kita berhalangan bagaimana," ujar Dona.

Rencananya, pagi ini Dona akan terbang menuju Makassar.

Tidak haya penumpang, sejumlah karyawan operasional bandara yang tidak terdaftar juga terpaksa menelan kekecewaan. Efendi, karyawan Sriwijaya Air, mengaku sedih karena batal memilih. "Ya sedih saja hak suaranya hilang. Niatnya kan mau nyontreng. Soalnya istri saya kerja jadi tidak bisa nyontreng," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau