Memilih Itu Kewajiban

Kompas.com - 09/04/2009, 13:40 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Berbeda dengan para pengungsi lain yang tidak antusias untuk menggunakan hak pilihnya, Ti'ot (65) dan suaminya Ikhsan (75) justru bersemangat menyalurkan hak pilihnya, padahal dalam bencana Situ Gintung, Ti'ot harus kehilangan 7 anggota keluarga.

Saat ditanya alasan ia tetap datang ke tempat pemilihan suara (TPS) ia menjawab, "Ini wajib, ngikutin pemerintah, biar sakit juga," ujarnya seraya memegang dada.

Ti'ot merasa dadanya sakit, ia menduga penyebabnya adalah terlalu banyak beban yang ia rasakan akibat bencana jebolnya tanggul Situ Gintung. Saat berada di dalam bilik suara, Ti'ot tidak merasa bingung karena ia sudah mempunyai pilihan, tetapi ia tidak bersedia menyebutkan apa pilihannya tersebut.

Saat ini Ti'ot dan suaminya menyewa rumah di kawasan sekitar Gintung yang dibiayai oleh pemerintah daerah, dan untuk mencapai TPS 23 tempatnya terdaftar, mereka harus meminta keponakannya untuk mengantar.

Bencana jebolnya tanggul tersebut, Ti'ot harus kehilangan Aisyah (50), Wito, Sri, Nabila (4) Aman (20), oleh (18) sedangkan Lana (11) sampai saat ini belum ditemukan. Saat ini seluruh keluarga Ti'ot yang meninggal telah dimakamkan di taman pemakaman umum yang berada di sekitar Gintung.

Ti'ot dan Ikhsan hanya berharap, pemimpin terpilih nantinya dapat mengayomi masyarakat. "Selama ini semua kebutuhan saya dicukupi oleh anak. Tapi sekarang anak saya sudah meninggal, jadinya saya hanya bisa meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan saya, " harap wanita paruh baya ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau