JAKARTA, KOMPAS.com - Kekisruhan daftar pemilih tetap (DPT) yang terjadi di sejumlah daerah membuat Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal TNI Purn Wiranto angkat bicara. Bahkan, Wiranto sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.
"Bisa sampai ke sana. Tapi kita masih akan membahas hal ini hingga lima hari ke depan," ujar Wiranto seusai bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Jumat (10/4) malam di kediaman Mega di Jalan Teuku Umar 27A, Menteng, Jakarta.
Menurutnya, tindakan tersebut semata-mata bertujuan untuk melindungi proses demokrasi di Indonesia. Namun, sebelum memutuskan mengambil langkah tegas ini, Wiranto akan membicarakan hal ini kepada partai-partai yang lolos parliamentary threshold.
Menurutnya kekisruhan DPT merupakan tindakan sistematis dari pihak tertentu. "Ini memerlukan investigasi yang lebih pasti. Ini membutuhkan kebersamaan parpol untuk menggali laporan dari daerah," tegasnya.
Apa pun langkah yang akan diambilnya, Wiranto menegaskan, hal tersebut tidak akan mengganggu proses konstitusional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang