Figur Publik Mendulang Suara

Kompas.com - 14/04/2009, 08:58 WIB

Jakarta, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil perolehan suara sementara, sejumlah calon anggota legislatif dari kalangan selebriti ataupun tokoh publik berhasil unggul di daerah pemilihan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Eko Patrio alias Eko Hendro Purnomo dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendominasi perolehan suara di Dapil VIII Jawa Timur. Untuk sementara Eko mendapatkan 4.573 suara di Kota Mojokerto, 15.369 suara di Kabupaten Mojokerto), 11.320 suara di Kabupaten Jombang), 45.754 suara di Kabupaten Nganjuk, 7.000 suara di Kabupaten Madiun, dan 4.987 suara di Kota Madiun.

”Untuk sementara sepertinya Eko masih unggul,” kata Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Didik Hendro Puspito.

Di Dapil Jawa Timur IV, calon anggota DPR dari Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mampu meraup suara tertinggi sementara, yaitu 18.629 suara. Jumlah ini lebih tinggi daripada perolehan suara calon anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Pramono Anung Wibowo, yang meraih 10.634 suara.

Hal sama terjadi di Dapil Jawa Timur I yang meliputi Sidoarjo dan Surabaya. Perolehan suara di dapil ini didominasi Partai Demokrat dan PDI-P. Calon anggota DPR dari Partai Demokrat, Gondo Radityo Gambiro, mampu mengumpulkan 870 suara atau hampir setara dengan calon anggota DPR dari PDI-P, Guruh Irianto Sukarnoputra, yang mengumpulkan 987 suara.

Di Dapil Jawa Timur II, caleg dari Partai Demokrat dari kalangan artis juga unggul, seperti Samiadji Massaid (Adji Massaid) mampu mengumpulkan 2.370 suara. Emilia Contessa dari PPP baru mengumpulkan 90 suara.

Calon anggota DPR dari Partai Golkar, Priyo Budi Santosa, baru meraih 470 suara, Muhaimin Iskandar (PKB) dengan 438 suara, dan Ratih Sanggarwati (PPP) baru meraih 155 suara.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, mengatakan, hasil sementara itu menunjukkan, peran sosok Susilo Bambang Yudhoyono terbukti masih kuat di masyarakat. ”Kebijakan-kebijakan SBY pada masa-masa akhir pemerintahannya memberi kepuasan tersendiri bagi masyarakat,” katanya.

Mesin bekerja

Perolehan suara untuk Puan Maharani, calon anggota DPR dari PDI-P di Dapil V Jawa Tengah saat ini lebih dari 210.000 suara. Keunggulan Puan, menurut sejumlah kader PDI-P Solo, disebabkan mesin politik bekerja dengan baik.

Menurut Aria Bima, caleg PDI-P yang lain, Dapil V Jateng yang menjadi basis PDI-P dipilih untuk mengangkat Puan dan memperkuat citra dapil V sebagai kantong nasionalis. Kesepakatan DPC-DPC di dapil V memenangkan Puan dengan memanfaatkan struktural partai dan caleg sehingga meminta caleg-caleg lainnya bermain pada swing voters dan memanfaatkan jaringan di luar struktur partai. ”Ternyata strategi ini berjalan. Di dapil V, suara PDI-P naik signifikan,” katanya.

Caleg dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, diperkirakan telah mengantongi 121.000 suara, antara lain dari Boyolali 35.000 suara, Klaten 50.000 suara, Solo 15.000 suara, dan Sukoharjo 21.000 suara. M Ikhlas Thamrin dari Hidayat Nur Wahid Center mengatakan, jumlah suara terdekat diraih caleg nomor urut di bawah Hidayat, Joko Widodo, dengan suara di bawah 100.000.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC Partai Demokrat Solo Budi Irianto mengungkapkan, caleg DPR yang masuk delapan besar hasil hitungan DPC PD Solo adalah Puan Maharani (PDI-P), Hidayat Nur Wahid (PKS), GRAy Koes Moertiyah (PD), Icuk Sugiarto (PPP), Zaenal Maarif (PD), Dita Indah Sari (PBR), Tamara Geraldine (PDS), dan Sugiyardi (PD).

Budiman masih unggul

Caleg dari PDI-P, Budiman Sudjatmiko, masih unggul di Kabupaten Banyumas, satu dari dua daerah di Dapil VIII Jawa Tengah, dengan mengumpulkan 21.812 suara atau 12,9 persen dari suara sah yang masuk di 10 kecamatan di wilayah itu.

Jumlah suara sementara yang diperoleh Budiman tersebut berdampak terhadap keunggulan sementara PDI Perjuangan di Banyumas. yang meraih 45.252 suara atau 26,9 persen untuk DPR. Di tempat kedua ditempati Partai Demokrat (21,2), disusul Partai Amanat Nasional (11,9).

Anggota Komisi Pemilihan Umum Banyumas, Dodot Widodo Al Widodo, mengungkapkan, peta perolehan kursi untuk Dapil VIII Jateng pada Pemilu Legislatif 2009 ini bakal berubah. Partai Golkar yang pada Pemilu 2004 mendapat dua kursi akan digeser Partai Demokrat. PDI-P diperkirakan bakal masih mempertahankan tiga kursi. ”Tiga kursi lainnya kemungkinan bakal diperebutkan empat parpol, yaitu Golkar, PAN, PKS, dan Partai Gerindra,” kata Dodot.

Di Dapil DKI Jakarta I sampai semalam perolehan suara sementara ialah Hayono Isman/ Partai Demokrat (6.194), Tri Yulianto/Demokrat (6.244), Ahmad Zainuddin/PKS (3.142), Rama Pratama/PKS (2.752), dan Agung Laksono/P-Golkar (2.446).

Adapun di DKI II, Melani Leimena/Demokrat (4.753), Novariyanti Yusuf/Demokrat (3.826), Adi Mansyur/PPP (2.103), dan Halida Hatta/Gerindra (2.339).

Di DKI III, Adang Dorodjatun/PKS meraih 2.373 suara, Marzuki Alie/Demokrat (1.605), Effendi Simbolon/PDI-P (1.208).  (INK/ABK/EKI/HAN/INA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau