Drama Delapan Gol, Chelsea Lukai Liverpool

Kompas.com - 15/04/2009, 03:22 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Chelsea menambah duka Liverpool setelah menyingkirkan klub tersebut dari babak perempat final Liga Champions. Pada leg kedua di Stadion Stamford Bridge, Selasa (14/4) waktu setempat, "The Blues" memaksakan hasil imbang 4-4 sehingga unggul agregat 7-5.

Liverpool yang akan memperingati 20 tahun tragedi Hillsborough pada Rabu (15/4) sebetulnya hampir lolos dari tekanan tuan rumah. Jamie Carragher dkk berhasil mencetak dua gol di babak pertama sehingga hanya perlu satu gol lagi untuk melaju ke semifinal.

Setelah Fabio Aurelio membuka gol lewat tendangan bebas pada menit ke-13, "The Reds" menebar ancaman seusai mencetak gol kedua melalui penalti Xabi Alonso. Tinggal satu gol lagi, tim tamu akan lolos ke babak empat besar.

Satu gol itu hampir terjadi pada menit ke-47. Sebuah umpan Aurelio dari sayap kiri meluncur bebas ke seberang gawang Petr Cech. Dirk Kuyt hampir mendapatkan bola, tapi Ashley Cole lebih dulu menanduknya keluar lapangan.

Sayangnya, kiper Pepe Reina melakukan kesalahan fatal pada menit ke-51. Pemain Spanyol itu gagal menghalau crossing dari Nicolas Anelka dari sayap kanan. Bola dari Anelka sempat mengenai kaki Didier Drogba sehingga arahnya sedikit melenceng. Tangan kiri Reina menahan bola, tapi si kulit bulat justru jatuh dan masuk gawang.

Gol itu menjadi permulaan kebangkitan "The Blues". Lima menit kemudian, Drogba hampir mencetak gol lewat tendangan bebas. Tendangannya lurus menuju gawang, tapi bola melebar tipis dari gawang.

Semenit kemudian, Chelsea kembali mendapat tendangan bebas dari titik yang hampir sama. Kali ini Alex yang mengeksekusi bola mati. Sekali tendang, bola dari Alex meluncur deras ke gawang Reina dan bobollah gawang "The Reds" untuk kedua kalinya.

Gol itu tak meruntuhkan semangat Liverpool untuk mengejar ketinggalan. Fernando Torres yang digadang-gadang mencetak banyak gol justru tak bisa berbuat banyak di tengah jepitan Alex dan Ricardo Carvalho.

Chelsea yang sudah telanjur di atas angin malah hampir mencetak gol lagi di menit ke-67. Drogba berhasil lepas di sayap kanan dan melepas umpan matang kepada Michael Ballack di tengah kotak penalti. Apes bagi Ballack, tendangannya pelan dan mengarah tepat ke arah Reina.

Kapten Frank Lampard seolah menyudahi perlawanan Liverpool dengan gol ketiga pada menit ke-76. Gol bermula dari gerakan Drogba, yang lepas dari jebakan offside. Melihat Lampard dalam posisi kosong, Drogba mengirimkan bola ke tengah kotak penalti. Dengan mudah Lampard menyodoknya ke dalam gawang.

Dalam kondisi tertinggal di sepuluh menit sisa pertandingan, Liverpool bangkit dan memunculkan harapan baru lewat Lucas Leiva dan Dirk Kuyt. Lucas mencetak gol penyamakedudukan lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-81. Dua menit berikutnya, Kuyt mencetak gol setelah menyundul umpan Albert Riera.

Tinggal satu gol lagi Liverpool akan melaju ke semifinal dengan keunggulan gol di kandang lawan. Sayangnya, meski sudah memasukkan dua striker baru, "The Kop" tak kunjung mencetak gol penentu.

Taktik itu justru menjadi bumerang karena Lampard berhasil menyamakan skor pada menit ke-89. Gelandang Inggris itu menyambut umpan Anelka di tengah gawang sekaligus memaksa Liverpool pulang dengan berita duka.

Dengan kemenangan ini, Chelsea akan bertemu dengan Barcelona di babak empat besar. "El Barca" lolos setelah bermain seri 1-1 sehingga menang agregat 5-1 atas Bayern Muenchen.

Susunan pemain:
Chelsea:
Cech; Ivanovic, Alex, Carvalho, A. Cole; Ballack, Essien, Lampard; Kalou (Anelka 36), Drogba (Di Santo 92), Malouda.
Liverpool: Reina; Arbeloa (Babel 85), Skrtel, Carragher, Aurelio; Mascherano (Riera 69), Alonso, Kuyt, Lucas, Benayoun; Torres (N'Gog 80).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau