Kuba Sambut Langkah AS

Kompas.com - 15/04/2009, 06:04 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, Pemerintah Amerika Serikat mencabut larangan kunjungan dan pengiriman uang dari warga keturunan Kuba-Amerika ke Kuba. Rakyat Kuba menyambut baik langkah AS dan berharap langkah itu bisa menjadi permulaan hubungan baru kedua negara. 

Presiden AS Barack Obama, Senin (13/4), mengumumkan bahwa rakyat AS boleh mengirimkan uang dalam jumlah tidak terbatas kepada keluarga mereka di Kuba dan berkunjung ke Kuba kapan pun mereka mau. Namun, pengiriman uang untuk pejabat Partai Komunis dan pejabat pemerintah senior tetap dilarang.

”Presiden Obama telah memerintahkan serangkaian langkah untuk merangkul rakyat Kuba guna mendukung keinginan mereka menikmati hak asasi manusia dan menentukan masa depan negara mereka,” kata Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih, saat konferensi pers.

Di bawah pemerintahan mantan Presiden George W Bush, warga keturunan Kuba-Amerika hanya boleh mengirim uang maksimal 300 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta) kepada kerabat mereka di Kuba setiap tiga bulan. Mereka juga hanya boleh berkunjung ke Kuba setiap tiga tahun.

Diperkirakan, sekitar 1,5 juta warga AS memiliki kerabat di Kuba. Banyak warga Kuba gembira karena kerabat mereka di Amerika bisa datang kapan saja, tinggal selama yang diinginkan, dan mengirim sebanyak mungkin uang.

”Ini berita yang telah kami tunggu. Semoga ini menandai dimulainya persahabatan baru antara Kuba dan Amerika,” kata Ismary Hernandez, seorang pegawai di Havana, Kuba.

Komunitas Kuba-Amerika juga menyambut baik langkah AS. ”Ini akan membantu rakyat Kuba lebih mandiri. Tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga informasi dan kontak dengan dunia luar,” kata Francisco Hernandez, pemimpin kelompok warga Kuba di pengasingan.

”Sekarang mari berharap bahwa rezim Raul Castro akan ditekan untuk mencabut larangan terhadap warga Kuba-Amerika yang ingin pergi ke Kuba,” kata Orlando Guiterrez dari Direktorat Demokratik Kuba yang berbasis di Miami, AS.

Belas kasihan

Tidak demikian halnya sambutan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Dia mengatakan bahwa Kuba tidak menginginkan belas kasihan, tetapi diakhirinya embargo AS yang telah berlangsung selama 47 tahun. ”Tidak satu kata pun menyebut embargo, yang merupakan sanksi terkeji,” kata Fidel.

Pejabat Gedung Putih mengatakan, Obama masih mempertahankan embargo setidaknya untuk saat ini sebagai tekanan politik agar Kuba membebaskan semua tahanan politik sebagai syarat normalisasi hubungan AS-Kuba.

Fidel menambahkan, saudaranya, Presiden Kuba Raul Castro, hanya akan bernegosiasi dengan AS berdasarkan penghormatan atas kedaulatan. Gedung Putih telah menyatakan, terserah bagaimana Kuba menanggapi langkah Pemerintah AS tersebut.

Selain kiriman uang dan kunjungan, Pemerintah AS juga menambah daftar barang-barang yang boleh dikirim ke Kuba, seperti pakaian, alat-alat kesehatan, bibit, peralatan memancing, dan perlengkapan pribadi.

Keputusan Pemerintah AS itu juga akan membuka jaringan telekomunikasi ke Kuba. Penyedia jaringan telekomunikasi di AS bisa membuka jaringan ke Kuba melalui kabel fiber optik dan teknologi satelit. Pemerintah AS juga akan mulai mengeluarkan izin yang memperbolehkan perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan telepon seluler, siaran televisi, dan siaran radio di Kuba.

Dengan berbagai langkah itu, Obama bermaksud untuk mengurangi ketergantungan rakyat Kuba kepada Fidel Castro. Kebijakan baru Obama terhadap Kuba tampaknya akan mendapatkan dukungan negara-negara di kawasan saat Obama menghadiri KTT Amerika di Trinidad-Tobago, pekan ini.

”Hanya dengan bekerja sama dengan sekutu-sekutu di Amerika Latin dan Eropa, AS bisa menjatuhkan mesin represif Castro,” kata Jose Miguel Vivanco, Direktur Amerika pada kelompok Human Rights Group.(ap/afp/reuters/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau