Presiden AS Barack Obama, Senin (13/4), mengumumkan bahwa rakyat AS boleh mengirimkan uang dalam jumlah tidak terbatas kepada keluarga mereka di Kuba dan berkunjung ke Kuba kapan pun mereka mau. Namun, pengiriman uang untuk pejabat Partai Komunis dan pejabat pemerintah senior tetap dilarang.
”Presiden Obama telah memerintahkan serangkaian langkah untuk merangkul rakyat Kuba guna mendukung keinginan mereka menikmati hak asasi manusia dan menentukan masa depan negara mereka,” kata Robert
Di bawah pemerintahan mantan Presiden George W Bush, warga keturunan Kuba-Amerika hanya boleh mengirim uang maksimal 300 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta) kepada kerabat mereka di Kuba setiap tiga bulan. Mereka juga hanya boleh berkunjung ke Kuba setiap tiga tahun.
Diperkirakan, sekitar 1,5 juta warga AS memiliki kerabat di Kuba. Banyak warga Kuba gembira karena kerabat mereka di Amerika bisa datang kapan saja, tinggal selama yang diinginkan, dan mengirim sebanyak mungkin uang.
”Ini berita yang telah kami tunggu. Semoga ini menandai dimulainya persahabatan baru antara Kuba dan Amerika,” kata Ismary Hernandez, seorang pegawai di Havana, Kuba.
Komunitas Kuba-Amerika juga menyambut baik langkah AS. ”Ini akan membantu rakyat Kuba lebih mandiri. Tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga informasi dan kontak dengan dunia luar,” kata Francisco Hernandez, pemimpin kelompok warga Kuba di pengasingan.
”Sekarang mari berharap bahwa rezim Raul Castro akan ditekan untuk mencabut larangan terhadap warga Kuba-Amerika yang ingin pergi ke Kuba,” kata Orlando Guiterrez dari Direktorat Demokratik Kuba yang berbasis di Miami, AS.
Tidak demikian halnya sambutan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Dia mengatakan bahwa Kuba tidak menginginkan belas kasihan, tetapi diakhirinya embargo AS yang telah berlangsung selama 47 tahun. ”Tidak satu kata pun menyebut embargo, yang merupakan sanksi terkeji,” kata Fidel.
Pejabat Gedung Putih mengatakan, Obama masih mempertahankan embargo setidaknya untuk saat ini sebagai tekanan politik agar Kuba membebaskan semua tahanan politik sebagai syarat normalisasi hubungan AS-Kuba.
Fidel menambahkan, saudaranya, Presiden Kuba Raul Castro, hanya akan bernegosiasi dengan AS berdasarkan penghormatan atas kedaulatan. Gedung Putih telah menyatakan, terserah bagaimana Kuba menanggapi langkah Pemerintah AS tersebut.
Selain kiriman uang dan kunjungan, Pemerintah AS juga menambah daftar barang-barang yang boleh dikirim ke Kuba, seperti pakaian, alat-alat kesehatan, bibit, peralatan memancing, dan perlengkapan pribadi.
Keputusan Pemerintah AS itu juga akan membuka jaringan telekomunikasi ke Kuba. Penyedia jaringan telekomunikasi di AS bisa membuka jaringan ke Kuba melalui kabel fiber optik dan teknologi satelit. Pemerintah AS juga akan mulai mengeluarkan izin yang memperbolehkan perusahaan telekomunikasi untuk menyediakan telepon seluler, siaran televisi, dan siaran radio di Kuba.
Dengan berbagai langkah itu, Obama bermaksud untuk mengurangi ketergantungan rakyat Kuba kepada Fidel Castro. Kebijakan baru Obama terhadap Kuba tampaknya akan mendapatkan dukungan negara-negara di kawasan saat Obama menghadiri KTT Amerika di Trinidad-Tobago, pekan ini.
”Hanya dengan bekerja sama dengan sekutu-sekutu di Amerika Latin dan Eropa, AS bisa menjatuhkan mesin represif Castro,” kata Jose Miguel Vivanco, Direktur Amerika pada kelompok Human Rights Group.(ap/afp/reuters/fro)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang