Sutiyoso: Golkar Jangan Takut Kalah!

Kompas.com - 15/04/2009, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso, yang sejak 1 Oktober 2008
sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, menyesalkan gelagat kepercayaan Partai Golkar yang perolehan suaranya merosot pada Pemilu Legislatif 2009, mulai redup. Indikasinya, partai bernomor urut 23 tersebut sudah mulai mendekatkan diri kembali ke Partai Demokrat.

"Kenapa Golkar seperti itu? Kalah di pemilu legislatif belum tentu kalah di pemilihan presiden. Itu belum segalanya. Golkar juga dapat berkoalisi dengan tim merah (PDI Perjuangan) nanti," ujar Sutiyoso seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, Rabu (15/4) di Kantor DPP PPP, Jakarta.

Menurut Sutiyoso, akan lebih baik jika ada tiga pasangan capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2009 mendatang. Hal ini guna meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat di hari pemungutan suara pilpres.

Ditambahkan, Sutiyoso yang dulu pernah disebut-sebut sebagai cawapres Golkar mengaku hingga sekarang belum dilobi oleh partai berlambang pohon beringin tersebut. "Tunggu saja setelah rapimnas," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau