Mau UN, Siswa Ziarah ke Makam Sunan Kudus

Kompas.com - 17/04/2009, 04:07 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com- Menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN), bukan hanya belajar dan berlatih mengerjakan soal yang dilakukan para siswa. Berbagai kegiatan spiritual seperti istigosah dan berdoa di makam tokoh ternama juga dilakukan.

Hari Kamis (16/4) kemarin, misalnya, ratusan siswa dari sejumlah SMP dan SLTA di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terlihat berziarah ke Makam Sunan Kudus untuk berdoa agar pelaksanaan ujiannya mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sejak pukul 10.00 WIB pagi, rombongan pelajar mulai berdatangan ke Makam Sunan Kudus. Beberapa pelajar bahkan didampingi oleh guru sekolah, sebagian lagi hanya rombongan pelajar yang berjumlah puluhan tanpa ada pendamping guru dari sekolah.

Ani, guru Bahasa Inggris dari MTs Khoiriyah Bae yang mendampingi puluhan siswa kelas 9 mengatakan, kegiatan keagamaan dengan berziarah ke Makam Sunan Kudus merupakan kegiatan rutin setiap tahun menjelang pelaksanaan UN. "Kami berharap, para siswa akan mendapatkan berkah supaya lulus ujian," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan yang dilakukan para siswa selama di makam adalah menggelar tahlil atau memanjatkan doa-doa. 

Pernyataan serupa diungkapkan seorang siswa dari Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyah Kudus bernama Budi. Menurut dia, kegiatannya berziarah ke Makam Sunan ini merupakan inisiatif sendiri. "Kami datang ke makam ini bersama 20 orang teman sekelas dari jurusan IPS," ujar Budi.

Ritual keagamaan yang dilakukan bersama 20 orang temannya itu, yakni menggelar tahlilan dan memanjatkan doa agar mendapatkan kemudahan dalam mempersiapkan diri dan saat mengerjakan soal-soal UN. "Yang jelas, kami semua berharap lulus UN dengan nilai memuaskan," ujarnya.

Suwanto, pendamping siswa MA TBS Kudus hari ini (16/4) mengaku mendampingi 317 siswa yang akan menggelar doa bersama di Makam Sunan sebelum pelaksanaan UN. "Kami berdoa kepada Allah agar para siswa mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan UN," ujarnya.

Ia mengatakan, tingkat kelulusan di sekolahnya tahun lalu mencapai 98 persen. "Kami berharap, tahun ini bisa mempertahankan prestasi kelulusan seperti tahun lalu," ujarnya.

Selain berdoa, sekolah juga mempersiapkan siswanya dengan memberi tambahan jam pelajaran bagi siswa yang akan mengikuti UN sejak beberapa bulan terakhir. Pembekalan terutama ditujukan untuk mata pelajaran eksak seperti matematika.

Suwanto menjelaskan, kegiatan keagamaan dengan berdoa bersama menghadapi UN tidak hanya dilakukan di makam Sunan Kudus saja, di sekolah juga digelar sejak beberapa waktu yang lalu.

Menurut salah seorang penjaga makam Sunan Kudus, setiap menjelang UN makam tersebut memang ramai dikunjungi para pelajar dari berbagai sekolah di Kudus. "Sebagian besar datang secara rombongan bersama teman sekelas atau satu sekolah. Bahkan, ada yang didampingi oleh guru sekolah," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau