Thaksin Mohon Rekonsiliasi dan Intervensi Kerajaan Thailand

Kompas.com - 17/04/2009, 04:41 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Perdana menteri tersingkir Thailand Thaksin Shinawatra menyerukan rival politiknya membentuk rekonsiliasi. Namun, perpecahan yang berbuntut ke aksi kekerasan dalam unjuk rasa di jalan-jalan ibukota Bangkok tetap berlangsung Kamis (16/4) saat para pendukung Thaksin menolak mengakhiri perjuangan mereka menggulingkan pemerintah yang berkuasa.

Thaksin mengecam aksi kekerasan yang meluas di ibukota Thailand awal pekan ini saat para pendukung dan aliansinya terlibat bentrokan dengan tentara dan polisi sehingga mengakibatkan 2 orang tewas dan lebih dari 130 lainnya cedera. Kecaman ini disampaikan Thaksin dalam wawancara dengan The Associated Press dari tempat pengasingan di Dubai.

Kecaman itu disampaikan Thaksin setelah lawan politiknya, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, juga menyerukan rekonsiliasi nasional. "Perang tidak akan pernah dapat diakhiri dengan perang tetapi harus dengan cara negosiasi," kata Thaksin yang sebelumnya menyerukan para pendukungnya agar melancarkan "revolusi" untuk mencapai demokrasi.

"Apabila pemerintah menginginkan rekonsiliasi, saya akan mengajak mereka yang mengenakan kaus merah mematuhinya," kata Thaksin yang mencoba mendeskripsikan pendukungnya dengan sebutan kaus merah atau warna kritik terhadap kerajaan Thailand yang biasa diidentikkan dengan warna kuning.

Thaksin menyampaikan keinginannya agar Raja Bhumbibol Adulyadej yang telah berusia 81 tahun turun tangan dalam membenahi politik Thailand yang mengalami perpecahan. "Dengan kerendahan hati, saya memohon Yang Mulia (Bhumbibol Adulyadej) campur tangan... karena hanya itulah solusi pembenahan politik Thailand," tutur Thaksin dalam wawancaranya selama 20 menit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau