Khawatir, Angka Kelulusan Siswa di Pedalaman Kurang Bagus

Kompas.com - 20/04/2009, 09:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Senin (20/4) ribuan siswa SMA/MA, SMK dan SMALB di Kalimantan Tengah (Kalteng) menjalani Ujian Nasional (UN). Seluruh siswa berharap bisa lulus dengan hasil memuaskan, tidak terkecuali siswa yang letak sekolahnya di desa terpencil atau pedalaman.

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalteng, Arief Budiatmo berharap, kelulusan siswa di Kalteng tahun ini bisa menggembirakan. Namun dia khawatir, angka kelulusan siswa di pedalaman tidak sebagus yang diharapkan karena berbagai kendala.

"Saya berharap siswa di pedalaman juga bisa lulus dengan hasil yang bagus. Tapi kalau bicara jujur, selama ini kesenjangan memang masih terjadi jika dibanding dengan sekolah di perkotaan. Dari segi fasilitas, jumlah guru, sampai ketersediaan buku jauh berbeda. Ini yang membuat kekhawatiran kita," katanya, Minggu(19/4).

Menurut Arief, dari segi persiapan oleh Dinas Pendidikan dan pihak sekolah dinilai sudah matang sehingga tinggal bagaimana kemampuan anak didik. Namun kelengkapan fasilitas, guru dan lainnya sangat mempengaruhi kualitas anak didik.

"Banyak guru enggan ditempatkan di pedalaman sehingga akhirnya guru yang tersisa harus mengajar berbagai mata pelajaran yang sebagian bukan bidang mereka. Wajar kalau kadang hasilnya tidak sesuai harapan kita karena kondisinya seperti ini," kata politis PAN yang vokal menyoroti bidang pendidikan itu.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Hardy Rampay mengatakan, persiapan yang dilakukan masing-masing sekolah sudah matang. Mulai dari penambahan jam belajar, les hingga ujicoba (try out) yang umumnya dilakukan minimal dua kali, termasuk di kabupaten/kota.

Terkait keberhasilan ujicoba yang sebagian besar di bawah 50 persen, Hardy mengaku tak khawatir. Dia beralasan, bahwa soal ujian saat ujicoba memang sengaja dibikin lebih sulit dengan harapan agar siswa sudah terbiasa dan tidak kaget ketika menemukan soal seperti itu saat ujian nasional.

"Hasil try out memang belum maksimal, tapi itu justru menjadi motivasi bagi siswa dan pihak sekolah untuk memperbaikinya. Jadi dievaluasi mana saja yang kurang," ujarnya.

Tahun lalu, Provinsi Kalteng meraih prestasi gemilang karena menempati peringkat enam nasional dalam hal kelulusan UN. Dinas Pendidikan setempat bertekad meningkatkan prestasi, minimal bisa mempertahankan prestasi tahun lalu. (MGB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau