Ujian Nasional Juga Dilakukan di LP dan Kantor Polisi

Kompas.com - 20/04/2009, 16:25 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Tidak semua peserta bisa melaksanakan ujian nasional di dalam kelas. Di Bojonegoro, satu peserta mengerjakan soal ujian nasional di lembaga pemasyarakatan dan dua siswa mengerjakan di kantor polisi.

Siswa yang ikut UN di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Bojonegoro itu berasal dari Kalitidu Bojonegoro yang terlibat tawuran antarpemuda. Kini kasusnya masih disidangkan di Pengadilan Negeri Bojonegoro. Soal ujian Bahasa Indonesia diantarkan seorang guru dari SMK Siang. Siswa itu didampingi dua pengawas dari Polres Bojonegoro dan seorang perwakilan guru yang ditugaskan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Sementara dua siswa mengerjakan UN di Ruang Bhayangkara Polsek Sumberrejo. Masing-masing YES (17) asal Mlinjeng Kecamatan Sumberrejo, siswa MA Sunan Ampel Banjarejo, dan FH (18) asal SMK Baureno, warga Desa Kayulemah.

Keduanya berada di sel tahanan Polsek Sumberrejo karena menjadi tersangka pengeroyokan dalam tawuran antarperguruan silat. Mereka diawasi dua pengawas dari sekolah masing-masing dan polisi. Seusai mengerjakan UN yang bersangkutan kembali ke sel tahanan untuk belajar mempersiapkan ujian hari berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau