22 Parpol Tak Mau Tanda Tangan Hasil Rekap Pemilu Legislatif

Kompas.com - 20/04/2009, 20:48 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Sebanyak 22 partai politik memboikot hasil pemilihan umum legislatif di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Mereka menyatakan tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi perolehan suara yang diperkirakan akan dilaksanakan pada Selasa esok.

Sikap ini disampaikan perwakilan pimpinan 22 partai politik (parpol) saat menemui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo, Senin (20/4). Kecuali Partai Hanura, semua parpol yang tergabung dalam koalisi tersebut adalah parpol dengan perolehan suara di bawah sepuluh besar.

Karena KPU Kota Probolinggo menolak melaksanakan pencontrengan ulang, maka kami mengambil sikap tegas memboikot hasil Pemilu Legislatif 2009 karena cacat hukum, kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Waluyati.

Menurut pandangan koalisi 22 parpol tersebut, pemilu dinilai cacat hukum karena ada sejumlah TPS yang sebagian surat suaranya tertukar dan telanjur tercontreng. Sementara di Kecamatan Kademangan, kotak suara ditemukan sudah terbuka sebelum acara rekapitulasi dimulai.  

Atas hal itu, KPUD semestinya melakukan pencontrengan ulang di sedikitnya enam TPS yang bermasalah, kata Ketua DPC Partai Sarikat Indonesia Yohanes Karsten.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua KPU Kota Probolinggo Ali Muchtar menyatakan, pihaknya tetap pada pendiriannya. Pencontrengan ulang tidak bisa dilakukan karena tidak ada alasan maupun dasar hukum yang kuat untuk itu.  

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif, pencontrengan ulang hanya bisa dilakukan jika terjadi bencana alam atau kerusuhan, serta penghitungan suara tidak dilakukan dengan tata-cara yang telah ditetapkan, kata Ali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau