JAKARTA, KOMPAS.com — Lima kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang diajukan Susilo Bambang Yudhoyono, menurut politisi Golkar Akbar Tandjung, seharusnya menjadi pertimbangan Partai Golkar sebelum mengusung cawapres yang akan diajukan dalam pilpres nanti.
"Kriteria cawapres yang diajukan SBY itu bisa dijadikan pertimbangan dalam pembahasan cawapres yang akan diusung Golkar dalam Rapimnasus nanti," kata Akbar kepada wartawan di Akbar Tandjung Institute, Kompleks Liga Mas, Perdatam, Jakarta Selatan, Selasa (21/4).
Menurut Akbar, kriteria yang diajukan SBY itu wajar. Dalam kapasitas saat ini Partai Demokrat sebagai partai yang memenangkan suara nasional sementara, berhak mencari figur cawapres yang diinginkan.
"Sikap Golkar yang paling realistis ya menanggapi dengan mencari figur cawapres yang mendekati kriteria itu (kriteria cawapres SBY)," katanya.
Akbar juga menandaskan, siapa pun nama yang diusung, ia berharap bisa tetap mempertahankan koalisi dengan Partai Demokrat. Meskipun hingga sekarang Partai Demokrat juga belum menentukan sikap akan berkoalisi dengan siapa untuk mengusung nama capres dan cawapres secara resmi. Akan tetapi, kecenderungan SBY tak akan berduet lagi dengan JK itu pun diakui oleh Akbar melihat kecenderungan komunikasi antara keduanya.
Ia menandaskan, tak ada upaya dari Partai Demokrat untuk merendahkan partainya mengingat pernyataan SBY yang mengatakan JK 'melangkahi' SBY dalam pengambilan keputusan selama ini. "Tak ada kaitan langkah-langkah yang dilakukan JK selama ini dengan partai atau atas suruhan partai," katanya.
Yang jelas, menurut Akbar, sesuai konstitusi, tugas wapres itu membantu tugas presiden dalam menjalankan kewenangan pemerintahan. "Kalau konsepnya seperti itu, ya kalau saya tak ada yang namanya melangkahi," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang