Cawapres Golkar Pertimbangkan Kriteria SBY

Kompas.com - 21/04/2009, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang diajukan Susilo Bambang Yudhoyono, menurut politisi Golkar Akbar Tandjung, seharusnya menjadi pertimbangan Partai Golkar sebelum mengusung cawapres yang akan diajukan dalam pilpres nanti. 

"Kriteria cawapres yang diajukan SBY itu bisa dijadikan pertimbangan dalam pembahasan cawapres yang akan diusung Golkar dalam Rapimnasus nanti," kata Akbar kepada wartawan di Akbar Tandjung Institute, Kompleks Liga Mas, Perdatam, Jakarta Selatan, Selasa (21/4). 

Menurut Akbar, kriteria yang diajukan SBY itu wajar. Dalam kapasitas saat ini Partai Demokrat sebagai partai yang memenangkan suara nasional sementara, berhak mencari figur cawapres yang diinginkan.

"Sikap Golkar yang paling realistis ya menanggapi dengan mencari figur cawapres yang mendekati kriteria itu (kriteria cawapres SBY)," katanya. 

Akbar juga menandaskan, siapa pun nama yang diusung, ia berharap bisa tetap mempertahankan koalisi dengan Partai Demokrat. Meskipun hingga sekarang Partai Demokrat juga belum menentukan sikap akan berkoalisi dengan siapa untuk mengusung nama capres dan cawapres secara resmi. Akan tetapi, kecenderungan SBY tak akan berduet lagi dengan JK itu pun diakui oleh Akbar melihat kecenderungan komunikasi antara keduanya. 

Ia menandaskan, tak ada upaya dari Partai Demokrat untuk merendahkan partainya mengingat pernyataan SBY yang mengatakan JK 'melangkahi' SBY dalam pengambilan keputusan selama ini. "Tak ada kaitan langkah-langkah yang dilakukan JK selama ini dengan partai atau atas suruhan partai," katanya. 

Yang jelas, menurut Akbar, sesuai konstitusi, tugas wapres itu membantu tugas presiden dalam menjalankan kewenangan pemerintahan. "Kalau konsepnya seperti itu, ya kalau saya tak ada yang namanya melangkahi," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau