BANJARBARU, KOMPAS.com — Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 2 Banjarbaru terasa berbeda. Para pengajar, pengawas UN, dan pengawas independen bingung dan heboh. Salah seorang peserta yang bernama OS tidak hadir tanpa kabar.
Ujian Bahasa Inggris yang diawali dengan listening dimulai pukul 08.00 Wita. Ujian sudah berlangsung 15 menit, tapi siswi kelas 3 jurusan IPS itu tidak juga hadir. Sementara, kabar ketidakhadiran OS tidak juga diterima sekolah. Akhirnya Kepala SMAN 2 Banjarbaru Khairil Anwar berinisiatif menghubungi orangtua OS di Landasan Ulin untuk mengetahui alasan OS tidak hadir.
Ternyata kabar yang disampaikan orangtua OS begitu mengejutkan Khairil Anwar dan seluruh pihak SMAN 2 Banjarbaru, bahkan pengawas. Orangtua OS menyebutkan, anaknya tidak bisa mengikuti ujian karena ditahan Polres Banjar akibat terlibat psikotropika.
"Jelas kami semua sangat kaget mendengarnya. Jauh dari pikiran kami dan kami sempat tidak percaya mendengarnya. Karena orangtuanya langsung yang menyampaikan kabar, itulah fakta sebenarnya," ujar Khairil Anwar.
Kabar tersebut langsung diredam sekolah. Menurut Khairil, hal itu dilakukan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta UN lainnya. Namun, Khairil segera melaporkan masalah tersebut ke Disdik Kota Banjarbaru. Disdik pun seolah menyembunyikan informasi tersebut. Disdik hanya menyebutkan, seorang siswa di hari kedua tidak hadir. Sementara untuk alasan, disebutkan pihak sekolah yang mengetahuinya.
"Hari pertama lengkap. Tapi untuk hari kedua ini satu peserta tidak hadir. Mengenai alasannya langsung ke pihak sekolah," ujar Kabid Dikmen Disdik Kota Banjarbaru M Amin.
Jumlah peserta UN di Kota Banjarbaru 1.915 orang, terdiri dari 626 siswa SMK, 1.287 siswa SMA dan MA, serta dua orang siswa SMALB. Namun, 2 peserta UN untuk SMK mengundurkan diri. Mereka adalah siswi SMKN 1 Banjarbaru. Keduanya tidak ikut UN karena sejak Januari lalu sudah tidak sekolah.
"Kami tidak sempat lagi mencoret karena sudah telanjur tercatat sebagai peserta UN sekolah kami. Mereka pasti tidak lulus dan dampaknya akan memengaruhi persentasi tingkat kelulusan sekolah kami," ujar Kepala SMKN 1 Banjarbaru Norhaniansyah.
Kedua siswa tersebut meninggalkan sekolah selama berbulan-bulan karena mabuk cinta. Bahkan, salah satu di antaranya sampai hamil yang akhirnya diketahui pihak sekolah.
Anak Berprestasi
Menurut Khairil Anwar, OS adalah siswi yang memiliki prestasi akademik sangat baik. Tidak jarang siswi perempuan di jurusan IPA itu masuk ranking kelas.
Bahkan, di saat beberapa siswa di Kota Banjarbaru gagal dalam tryout UN, OS justru termasuk salah satu yang lulus. Bahkan dalam dua kali tryout UN tingkat provinsi maupun tingkat Kota Banjarbaru, OS selalu lulus. Padahal, dalam dua kali tryout tersebut, siswa SMA, SMK, dan MA di Kota Banjarbaru sebagian besar tidak lulus. Sebagai contoh dari 182 siswa SMAN 2 Banjarbaru peserta tryout, hanya 40 siswa yang lulus, salah satunya adalah OS.
"Makanya kami kaget bukan main atas kabar itu. Kami tidak menyangka OS terlibat masalah seberat itu. Selama ini yang kami ketahui, OS tidak hanya berperilaku baik di sekolah, tetapi juga berprestasi akademik. Salah satunya berhasil lulus tryout UN," kata Khairil Anwar.
Khairil mengatakan tidak memikirkan untuk memberi sanksi. Sebaliknya, mereka justru prihatin atas nasib OS dan berharap aparat kepolisian memberikan dispensasi agar OS bisa mengikuti UN. "Kami prihatin sekaligus kasihan. Makanya bagi kami masalah hukum kita serahkan ke kepolisian. Kami meminta agar ada keringanan bagi OS bisa mengikuti UN besok (hari ini) dan selanjutnya. Meskipun tidak boleh ke sekolahan, kami bersama pengawas sudah sepakat siap mendatangi ke Mapolres," ujar Khairil.
Untuk permohonan dispensasi tersebut, Khairil menyerahkan sepenuhnya kepada orangtua OS untuk mengajukan permohonan langsung ke Polres Banjar. Mereka hanya menyiapkan tim yang siap jemput bola. "Sampai sekarang kami masih menunggu kabar dari orangtua OS apakah dapat izin dari kepolisian atau belum. Kalau besok sudah bisa langsung ikut ujian, maka kami siap datang ke Polres," tukasnya.
Pelaksanaan UN masih berlangsung tiga hari lagi. Pada hari ini seluruh siswa dijadwalkan mengikuti ujian matematika. Selanjutnya, materi soal bagi siswa IPS adalah Ekonomi dan Geografi.
Untuk pelajaran Bahasa Inggris, OS sudah dipastikan tertinggal. Menurut Khairil Anwar, untuk mata pelajaran tersebut OS akan diikutkan dalam ujian susulan yang dilaksanakan pekan depan. "Mudah-mudahan Polres mengizinkan OS ikut ujian sehingga dia tidak perlu banyak ikut di ujian susulan," tandas Khairil. (ais)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang