KPU Harus Rumuskan Berita Acara Pemindahan Isi Kotak Suara

Kompas.com - 23/04/2009, 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta merumuskan berita acara khusus jika ingin memindahkan surat suara dari kotak suara yang digunakan dalam Pemilihan Legislatif lalu ke kotak suara lainnya. Berita acara ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan pertanggungjawaban terhadap surat suara yang dipindahkan.

"Penggabungan memang satu gagasan yang baik. Tapi mereka yang tahu itu cukup atau tidak. Tapi dibuatkan berita acara. Jangan main tumpuk-tumpuk saja, enggak tahu kemana," ujar Direktur Eksekutif CETRO Hadar Nafis Gumay kepada Kompas.com, Kamis (23/4).

Hadar berharap berita acara itu memuat secara detail proses pemindahan baik kotak asal dan tujuan, jumlah serta pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. KPU juga harus memikirkan pengamanan yang lebih menjamin keamanan surat suara tersebut. Selain itu, KPU juga harus memikirkan teknis penyusunan surat suara yang bercampur di dalam satu kotak suara.

"Karena nanti ada kemungkinan dibutuhkan lagi surat suara itu oleh Mahkamah Konstitusi," ujar Hadar.

Sebelumnya, KPU berencana menggunakan dua dari empat kotak suara yang digunakan dalam Pemilihan Legislatif lalu untuk Pemilihan Presiden mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau