Angie ke Perempat Final, Tantang Unggulan Pertama

Kompas.com - 23/04/2009, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Unggulan pertama Lavinia Tananta harus bertemu unggulan kelima Angelique "Angie" Widjaja di perempat final turnamen OkeShop Open. Ini terjadi setelah mereka berhasil menaklukkan lawan-lawannya pada pertandingan Kamis (23/4).

Lavinia tak menemui kesulitan berarti ketika melawan Dwi Ariyani. Dalam pertandingan yang sempat dihentikan sekitar 15 menit akibat hujan saat kedudukan 5-0 di set kedua ini, dia menang straight set 6-0 6-0.

"Hujan tidak mengganggu, cuma nanggung tinggal satu poin," kata petenis peringkat 562 dunia tersebut usai pertandingan di lapangan tenis Klub Rasuna, Jakarta.

Sebelumnya, Angie telah lebih dulu membukukan tempat di perempat final turnamen yang menjadi seri pertama dari Garuda Indonesia Tennis Series 2009. Mantan petenis nomor satu Indonesia itu mengalahkan sesama petenis asal Jawa Barat, Maya Rosa, dengan skor 6-3 6-2.

Tentang pertemuan di babak delapan besar turnamen berhadiah total Rp 150 juta ini nanti, Lavinia berjanji untuk tampil penuh konsentrasi karena lawan yang dihadapi punya kualitas bagus. Apalagi, mereka belum pernah bertemu.

"Pertandingan besok tentu akan lebih berat lagi, saya tidak boleh lengah," kata Lavinia yang menambahkan, meski dalam dua pertandingan sebelumnya selalu meraih kemenangan 6-0 6-0 atas lawannya, bukan berarti kali ini akan mudah.

Tiket perempat final juga diperoleh unggulan kedua Jessy Rompies dan unggulan ketiga Beatrice Gumulya. Jessy menyisihkan Bella Destriana 6-2 6-2 dan Beatrice menang atas Rani Fitria Wardani dengan skor yang sama.

Selanjutnya, Jessy yang menjuarai Cigna Terbuka, akan bertemu Vita Taher yang menang atas Evita Febrihabsari 7-5 6-3. Sementara itu, peringkat 798 dunia Beatrice akan memperebutkan tempat di semifinal dengan Cyntia Melita yang menundukkan Dina Karina 6-0 6-1.

Nesa mundur

Di sektor putra, Seno Hartono mendapat "kado" indah karena lolos ke perempat final. Tanpa berjuang, dia meraih tiket tersebut karena lawannya yang merupakan unggulan kelima, Nesa Arta, tidak bisa bertanding. Alhasil, Seno menang WO dan menjadi satu-satunya pemain non-unggulan yang maju ke perempat final tunggal putra. 

Menurut panitia penyelenggara, Nesa tidak memainkan pertandingan babak 16 besarnya karena menderita sakit demam.

Pada perempat final, Seno bertemu unggulan ketiga Andrian Raturandang yang menyingkirkan unggulan 15 Enrico Satria dengan kemenangan 6-2 6-3.

Unggulan pertama dan kedua tunggal putra, Elbert Sie dan Sunu Wahyu Trijati juga membukukan tempat di babak delapan besar setelah masing-masing mengalahkan unggulan 13 David Agung 6-1 6-0, dan Edi Kusdaryanto 6-4 6-0.

Selanjutnya, Sunu akan memperebutkan tempat di babak empat besar dengan unggulan 12 Hendri Susilo Pramono dan Elbert ditantang unggulan ketujuh Andery Setyawanto. Satu tempat lain di perempat final mempertemukan unggulan keempat Prima Simpatiaji dengan ungulan keenam Sebastian Dacosta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau