Kosgoro Tolak Hasil Rapimnasus Golkar

Kompas.com - 23/04/2009, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 57 menentang hasil Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) Golkar yang berlangsung hari ini, Kamis (23/4) di Jakarta.

Kosgoro tidak setuju jika Golkar mengusung capres dari internal partai, apalagi hanya mengusung satu nama. "Hasil Rapimnasus terlalu terburu-buru. Keputusan sebesar itu diambil tanpa mendengar pandangan umum," ujar salah satu Ketua Pimpinan, Rambe Kamaruzzaman, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Kosgoro meminta pimpinan pusat untuk mempertimbangkan kembali rencana koalisi ke depan dengan Demokrat karena Demokrat sendiri belum menutup kesempatan itu.

Menurut Kosgoro, koalisi dengan Demokrat masih menjadi solusi terbaik bagi Golkar di tengah penurunan suara yang cukup signifikan bagi pemenang Pemilu 2009 ini.

Selain itu, Kosgoro menolak jika pimpinan pusat hanya mengajukan satu nama, baik untuk diusung sebagai capres maupun cawapres. Sebab, menurut Kosgoro, berdasarkan survei internal yang diadakan, akar rumput memunculkan lima nama yang pantas diusung Golkar.

"Di sini, kita tawarkanlah pada SBY untuk dipilih," lanjut Rambe.

Kelima nama itu antara lain Jusuf Kalla yang dipilih 31 provinsi dan 365 kabupaten/kota, Akbar Tandjung yang dipilih oleh 10 provinsi dan 220 kabupaten/kota, Surya Paloh yang didukung oleh 9 provinsi dan 216 kabupaten/kota, dan Sultan Hamengku Buwono X yang didukung oleh 9 provinsi dan 210 kabupaten/kota.

Terjaring pula nama-nama lain, seperti Agung Laksono, Aburizal Bakrie, dan Fadel Muhammad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau