JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 57 menentang hasil Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) Golkar yang berlangsung hari ini, Kamis (23/4) di Jakarta.
Kosgoro tidak setuju jika Golkar mengusung capres dari internal partai, apalagi hanya mengusung satu nama. "Hasil Rapimnasus terlalu terburu-buru. Keputusan sebesar itu diambil tanpa mendengar pandangan umum," ujar salah satu Ketua Pimpinan, Rambe Kamaruzzaman, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Kosgoro meminta pimpinan pusat untuk mempertimbangkan kembali rencana koalisi ke depan dengan Demokrat karena Demokrat sendiri belum menutup kesempatan itu.
Menurut Kosgoro, koalisi dengan Demokrat masih menjadi solusi terbaik bagi Golkar di tengah penurunan suara yang cukup signifikan bagi pemenang Pemilu 2009 ini.
Selain itu, Kosgoro menolak jika pimpinan pusat hanya mengajukan satu nama, baik untuk diusung sebagai capres maupun cawapres. Sebab, menurut Kosgoro, berdasarkan survei internal yang diadakan, akar rumput memunculkan lima nama yang pantas diusung Golkar.
"Di sini, kita tawarkanlah pada SBY untuk dipilih," lanjut Rambe.
Kelima nama itu antara lain Jusuf Kalla yang dipilih 31 provinsi dan 365 kabupaten/kota, Akbar Tandjung yang dipilih oleh 10 provinsi dan 220 kabupaten/kota, Surya Paloh yang didukung oleh 9 provinsi dan 216 kabupaten/kota, dan Sultan Hamengku Buwono X yang didukung oleh 9 provinsi dan 210 kabupaten/kota.
Terjaring pula nama-nama lain, seperti Agung Laksono, Aburizal Bakrie, dan Fadel Muhammad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang