Yang masih menjadi pertanyaan adalah siapa Ibu Negara yang akan mendampingi Zuma. Seperti halnya anggota suku Zulu lainnya, Zuma menganut poligami. Kini, dia memiliki dua istri yang masih bersamanya, yaitu Sizakele Khumalo yang dinikahi tahun 1973 dan Nompumelelo Ntuli, baru dinikahi Zuma tahun lalu.
Istrinya yang lain, Kate Mantsho Zuma, meninggal karena bunuh diri tahun 2000. Dia juga telah menceraikan salah satu istrinya, Menteri Luar Negeri Nkosazana Dlamini Zuma, tahun 1998.
Hukum Afrika Selatan (Afsel) mengakui perkawinan tradisional semacam itu. Poligami masih lazim di kalangan suku Zulu dan Swazi. Akan tetapi, semakin sedikit generasi muda mereka yang melakukannya karena dianggap mahal dan kuno.
Hingga saat ini, tidak satu pun istri Zuma memainkan peran publik dalam kehidupan Zuma atau dalam kancah politik. Khumalo memimpin rumah tangga besarnya—Zuma memiliki 18 anak—di kediaman mereka di KwaNxamalala. Dia dikenal pemalu.
Ntuli terlihat lebih aktif di luar rumah. Dia mendampingi Zuma saat memberikan suara pada pemilu parlemen. Ntuli juga menyelenggarakan pertemuan di tenggara Afsel awal tahun ini, menyerukan toleransi politik, dan mendirikan sebuah yayasan pengembangan masyarakat.
Dengan semakin dekatnya Zuma ke posisi presiden Afsel, semakin gencar pertanyaan siapa yang akan mendampingi dia melaksanakan tugas negara. Baik Zuma maupun ANC tidak menjawab pertanyaan itu karena perkawinan adalah persoalan pribadi.
Surat kabar Sunday Times, mengutip Don Mkhwanazi, anggota Dewan Sahabat Jacob Zuma, mengatakan, Zuma kemungkinan akan mengikuti tradisi dan memilih istri pertamanya, Khumalo, untuk menjadi Ibu Negara.
Putri Zuma, Duduzile, juga kemungkinan bisa menjadi pendamping resminya. Biasanya, Zuma tidak pernah ditemani siapa pun saat menjalankan tugas-tugas resmi.
Zuma tentu bukan pemimpin dunia pertama yang mengalami masalah ini. Di kawasan Teluk, sejumlah kepala negara juga memiliki istri lebih dari satu.
Para Ibu Negara di Bahrain, Abu Dhabi, dan Arab Saudi, dikenal publik sering melakukan kegiatan sosial. Beberapa di antaranya adalah aktivis hak-hak perempuan. Namun, foto mereka tidak pernah muncul di media.
Pada tahun-tahun belakangan ini, penguasa di Dubai dan Qatar masing-masing telah menugaskan salah satu dari istri-istri mereka untuk berbicara di kampus-kampus di AS dan yayasan kemanusiaan internasional tentang isu-isu dunia Arab serta hubungan negara-negara Arab dengan Barat.
Lepas dari semuanya itu, Afsel tidak akan pernah benar-benar memiliki Ibu Negara ala Amerika yang glamor, seperti Michelle Obama atau Jackie Kennedy, atau model Ibu Negara yang terlibat politik, seperti Hillary Rodham Clinton.
Rakyat Afsel pun tampaknya juga tidak terlalu peduli dengan siapa yang akan menjadi Ibu Negara mereka. Phindile Mbatha, penjual buah di pasar kecil di Eshowe, kota dekat kediaman Zuma, malah menuturkan, mungkin negara itu sama sekali tidak memerlukan seorang Ibu Negara. (ap/fro)