JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Effendy menilai, penetapan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai capres Golkar merupakan keputusan tepat untuk menunjukkan kebesaran partainya. Meskipun, ia melihat keputusan tersebut terlambat dan dominan didorong faktor harga diri dibandingkan kalkulasi politik.
Faktor mengenyampingkan kalkulasi politik membuat Golkar harus bekerja keras memenuhi persyaratan mengusung capres. Sesuai UU, syarat pengajuan capres adalah memenuhi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen perolehan suara nasional. Dengan perolehan sekitar 14-15 persen, Golkar harus bergerak cepat merangkul partai lain untuk berkoalisi.
"Golkar harus kerja keras. Pertama, mengamankan syarat yang 20-25 persen, yang harus diperoleh entah darimana," ujar Bachtiar, sebelum mengisi diskusi di Gedung DPD, Jakarta, Jumat ( 24/4 ).
Para pengurus di internal Golkar juga harus bersatu dan mengikis faksi-faksi yang selama ini bergerak sendiri-sendiri. "Ketiga, JK kalau betul mau capres, harus punya tim yang kuat untuk kerja sungguh-sungguh memenangkannya," kata dia.
Tanpa memenuhi ketiga hal tersebut, menurut Bachtiar, pencalonan JK akan percuma secara politik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang