Rusun Juminahan untuk Warga Sekitar

Kompas.com - 24/04/2009, 12:55 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rumah susun Juminahan diprioritaskan untuk warga sekitar. Meski, terdapat beberapa kriteria pokok yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta bagi calon penghuni rumah susun.
   
"Calon penghuni rumah susun akan diprioritaskan untuk warga sekitar seperti yang telah dilakukan di rumah susun Cokrodirjan, misalnya dengan perbandingan 60:40 untuk warga sekitar dan warga laina," kata Kepala Seksi Pelayanan Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Heri Supriyanto di Yogyakarta, Jumat (24/4).
    
Namun demikian, kepastian perbandingan calon penghuni rumah susun tersebut akan dibahas bersama dengan badan pengelola rumah susun yang segera dibentuk oleh tim seleksi dari lintas dinas yang ada di Pemkot Yogyakarta termasuk dari Kelurahan Purwokinanti dan Tegalpanggung, lokasi rumah susun itu.
   
Sementara itu, beberapa kriteria pokok yang harus dipenuhi oleh calon penghuni rumah susun Juminahan adalah penduduk Kota Yogyakarta dan berdomisili di Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), memiliki pekerjaan tetap baik dari sektor formal atau informal, berpenghasilan antara satu hingga dua kali upah minimun provinsi (UMP) dalam sebulan.
   
Syarat lain adalah sudah berkeluarga atau menikah dengan jumlah anggota keluarga maksimal lima orang dan belum memiliki tempat tinggal tetap yang dibuktikan dengan surat keterangan dari rukun tetangga (RT) dan camat.
   
Namun demikian, penghunian rumah susun tersebut masih menunggu kelengkapan fasilitas pendukung seperti sambungan listrik, air, dan pengolahan limbah.
   
Saat ini, lanjut dia, sudah ada 10 keluarga yang terpaksa menempati rumah susun tersebut dengan fasilitas yang masih terbatas karena merupakan keluarga yang dulu menempati lokasi berdirinya rumah susun. "Mereka terpaksa ditempatkan ke rumah susun, karena sewa rumah mereka juga sudah habis," katanya.
   
Listrik yang mengaliri rumah susun untuk 10 keluarga tersebut berkekuatan 3.000 watt, dengan dua sumur dangkal dan fasilitas pengolahan limbah terbatas. "Tentunya akan tidak cukup jika seluruh unit terisi," lanjutnya.
   
Mengenai harga sewa, Heri menyatakan belum ditentukan tetapi diperkirakan lebih mahal dibanding harga sewa rumah susun Cokrodiningratan karena lokasi yang lebih strategis.
   
Harga sewa di rumah susun Cokrodiningratan adalah Rp 85.000 per bulan untuk lantai satu, Rp 80.000 per bulan untuk lantai dua dan Rp 75.000 per bulan untuk lantai tiga.
   
Rumah susun Juminahan memiliki 74 unit dengan luasan satu unit adalah 21 meter persegi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau