Rem Jadi Kambing Hitam Kegagalan Stoner

Kompas.com - 27/04/2009, 21:53 WIB

MOTEGI, KOMPAS.com — Casey Stoner tak mampu menunjukkan performa ciamik saat balapan di Sirkuit Motegi, Jepang, Minggu (27/4). Pebalap Ducati Marlboro ini harus puas finis di posisi empat, setelah memulai balapan di belakang pebalap Fiat Yamaha, Valentino Rossi, yang mendapat pole position.

Atas kegagalan tersebut, Stoner pun mencari kambing hitam. Menurut juara dunia 2007 itu, faktor rem menjadi salah satu kendala besar di balapan yang dimenangi Jorge Lorenzo tersebut.

"Kami memiliki masalah yang sama dengan yang lainnya, saya pikir, kami tak memiliki waktu untuk mengatur motor. Tapi saya merasa kami bisa menyamai waktu pebalap di depan. Kami kehilangan banyak waktu di start," jelas pebalap Australia ini, dilansir Autosport.

Stoner yang mengamankan gelar juara dunia 2007 di Motegi memang langsung tercecer di tikungan pertama setelah start. Ia melorot ke posisi tujuh, sebelum mampu menyalip Marco Melandri (Hayate) dan memenangi pertarungan dengan Andrea Dovizioso (Repsol Honda).

"Di warm-up lap, saya mendengar gemeretak di rem depan. Bunyinya tak halus dan saya tak yakin bisa melewati lima atau enam lap pertama," ungkapnya. "Mungkin saya bisa melaju dengan cepat, tapi saya tak tahu bagaimana keamanannya."

Finis keempat, Stoner hanya mampu mengamankan 13 poin dan setelah dua seri ia terpaut tiga poin dari Lorenzo yang menguasai klasemen dengan 41 poin. Rossi di belakang rekan setimnya tersebut dengan 40 poin.

"Kami tak kehilangan banyak poin dan start kali ini lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Kami merasa baik menyambut balapan selanjutnya," jelas Stoner.

Bos Tim Ducati, Livio Suppo, setuju dengan pebalapnya. Ia merasa, Stoner sudah melakukan yang terbaik dalam balapan tersebut.

"Casey melakukan kerja yang hebat, menunjukkan kemampuannya sekali lagi saat membalap di sekitar masalah dan membawa pulang beberapa poin penting," sanjungnya. (RIE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau