PALEMBANG, KOMPAS.com — Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, tidak kebagian alat pemindai suhu tubuh untuk mencegah masuknya virus flu babi. Padahal, setiap hari ratusan penumpang dari Singapura dan Kuala Lumpur mendarat di bandara tersebut.
Menurut Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Rubianto, Selasa (28/4), bandara di Palembang tidak mendapat alat pemindai karena tergolong bandara kecil. Prioritas pemasangan alat pemindai adalah bandara internasional di Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Rubianto menjelaskan, untuk mencegah masuknya virus flu babi, pihak bandara telah menyiagakan satu tim dokter kesehatan pelabuhan. Sampai hari Selasa tidak ditemukan adanya penumpang yang menderita flu babi.
"Pihak bandara tempat keberangkatan akan memberitahu pihak bandara tujuan kalau ada penumpang yang menderita flu babi. Penumpang yang menderita flu babi juga mendapat kartu pengenal," kata Rubianto.
Rubianto mengatakan, setiap hari ada 80-100 orang penumpang dari Kuala Lumpur atau Singapura yang mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Jadwal penerbangan dari kedua kota tersebut ke Palembang dilakukan setiap hari satu kali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang