VirtuV memang bukan yang pertama di dunia mengeluarkan ponsel berkamera 10MP. Beberapa tahun lalu, Samsung sudah merilis SCH-B600 yang juga berkamera 10MP. Namun F10 tetap terasa menarik karena menjadi ponsel berkamera 10MP pertama yang dipasarkan secara massal di Indonesia.
Desain
Seolah mempertegas fitur yang diunggulkannya, F10 didesain sangat mirip kamera digital. Coba saja pegang ponsel ini pada posisi horisontal; Sinyal yakin Anda langsung menuduh F10 sebagai kamera digital. Dari posisi lensa dan lampu, tombol kamera sampai jendela pengamatan, gayanya sangat khas kamera digital. Apalagi jika F10 sudah didudukkan memakai tripod yang tersedia dalam paket.
Dibanding Samsung SCH-B600, desain F10 terlihat ramping dan berkelas. Kesan mewah agaknya berasal dari pemakaian casing berbahan kaca (depan) dan logam (belakang). Plus warna hitam yang biasa diidentikkan dengan klasik dan elegan. Sinyal belum mendengar rencana versi lain untuk warna F10.
Minimnya tombol membuat layar sentuh terlihat sangat lega. Apalagi dengan tombol Call, navigasi dan End call yang dirancang memakai "tombol" sentuh pula dan didesain "menyatu" dengan layar.
Satu-satunya masalah pada penampilan F10 adalah layar menjadi penuh dengan jejak tangan. Memang disediakan stylus. Tapi ini berupa asesori yang harus digantung di lubang tali gantungan yang ada di siku kiri atas. Yang lebih merepotkan lagi, stylus ini bentuknya mirip pena sehingga kita harus putar dulu tutupnya untuk mengeluarkan ujung stylus yang disembunyikan dalam rongga.
Satu hal yang perlu dicatat dari peranti yang banyak mengandalkan sentuhan adalah sensitivitas layar sentuh dan akurasinya. Sinyal sempat mengalami problem akurasi pada unit demo yang dicoba. Untungnya teratasi setelah beberapa kali melakukan soft reset dan kalibrasi.
Hanya 3 tombol beneran yang akan kita temukan di F10, yaitu tombol On-Off di kiri bodi, tombol volume dan tombol kamera di kanan bodi - tentu saja dengan catatan ponsel diposisikan vertikal.
Pada posisi horisontal, port kabel data dan slot MicroSD akan kita temukan di atas bodi. Keduanya berbagi tutup berbahan karet yang sama. Pada unit yang kami terima, slot MicroSD sudah terisi kartu berkapasitas 2GB.
Kamera
Kamera didampingi lampu kilat. Ada semacam sensor di dekat lensa. Kamera bisa langsung aktif hanya dengan memencet-tahan tombol kamera. Layar akan menyajikan opsi Camera (atas), Video recorder (bawah), Image viewer (kiri), dan Video player (kanan).
Kamera dilengkapi kemampuan auto focus; namun agaknya hanya berlaku di Camera. Untuk memanfaatkannya, setengah pencet tombol kamera agar lensa mencari fokus terbaik, lalu pencet penuh untuk menjepretnya.
Image size maksimal untuk foto tentu saja 10M. Yang menurut Sinyal menarik untuk diketahui dari setting-nya antara lain ada 3 Custom FX di Colour effect, maksimal 5 shot pada Multi shots, Multi-Zone dan Face detection di AF type, Anti shaking di Scenes serta Red-eye di Flash.
Video bisa direkam tanpa batasan File size limit maupun Rec time limit. Yang lebih menarik agaknya justru pada Video player, sebab kita bisa "memotret" adegan yang kita sukai. Tinggal ketuk icon kamera yang ada di layar.
Sebagian orang berpendapat bahwa tombol kamera kurang enak dipakai karena bentuknya yang nyaris sama rata dengan permukaan bodi. Bentuk demikian membuatnya agak sulit dikendalikan ketika hendak setengah memencet tombol untuk memfokuskan obyek.
Ukuran layar memang lega sebagai jendela pengamat. Yang jadi masalah, layar terlihat silau di bawah sinar matahari. Alhasil, Sinyal sedikit mengalami kesulitan untuk meninjau tampilan sebelum memotret atau merekam.
Terlepas dari sedikit problem pada pengontrolan kamera, foto maupun video yang dihasilkan terbilang tajam. Resolusi 10MP memang bukan omong kosong.
Komunikasi
Perlu diingat, fungsi ponsel yang berhubungan dengan SIM card tidak bekerja bila SIM card tidak terpasang; di antaranya telepon dan SMS. Memang seluruh fasilitas hiburan masih berfungsi. Namun, mungkin seperti Sinyal, Anda akan cukup terganggu dengan peringatan mengenai SIM card tidak terpasang yang bolak-balik muncul.
Karena tidak ada keypad, tentu saja kita harus pakai keypad virtual untuk memencet nomor yang dituju. Keypad virtual ini muncul ketika kita mengetuk icon yang ada di tengah bawah layar, antara Menu dan Name. Cara bertelepon tetap sama seperti biasa: "pencet" nomor yang dituju, lalu pencet tombol Call.
F10 punya yang unik untuk speed dial, yaitu Photo dial. Ini bisa disetel dari Settings > Phone setup > Photo dial. Nantinya kita tinggal pencet fotonya untuk menelepon orang-orang tertentu yang memang sering kita hubungi.
Seperti kebanyakan ponsel buatan Cina, di sini ada Music player maupun Video player. Setting-nya standar. Speaker ada di belakang bodi, di sisi bawah. Suara terdengar nyaring dan lumayan jernih. Kita mengontrol seberapa kerasnya suara dengan tombol volume 2-arah yang ada di kanan bodi.
DENGAN KATA LAIN...
Ponsel kamera yang lumayan layak sebagai alternatif kamera digital.
Sumber: Sinyal
PLUS : Kamera 10MP.
MINUS : Layar sentuh tidak akurat & kurang responsif.
Spesifikasi: VirtuV F10
Jaringan : GSM
Bentuk : Bar
Batere : Li-ion 3,7V 1100mAh
Waktu siaga : rata-rata 3 hari
Waktu bicara : rata-rata 4 jam
Layar : 2,8”
Memori internal : 87M
Memori tambahan : MicroSD
Konektivitas antar peranti : Kabel data, Bluetooth
Konektivitas internet : GPRS
Kamera : 10MP, lampu
Ringtone : Polifonik
Phonebook : 500 entri
Messaging : SMS, MMS, Email
Aplikasi : Java (PD English-Indonesia), Game (Puzzle, Magic Sushi), Camera, Video recorder, Image viewer, Video player, Tasks (Alarm, Calendar, To do, World clock), Calculator, Currency converter, Unit converter (Weight, Length, Volume, Temperature, Velocity, Surface), Stopwatch (Typical stopwatch, nWay stopwatch), E-Book reader, Music player
Isi paket : Charger + kabel usb mikro, kabel tv-out, headset (sekaligus kontrol player), stylus, tripod + dudukan kamera, pouch, manual, garansi