CIREBON, KOMPAS.com — Petugas Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kehutanan, Rabu (29/4), menyemprot kandang-kandang babi milik peternak rumahan di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tujuannya, mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus H1N1, penyebab flu babi.
Tiga peternakan babi di Desa Jamblang didatangi Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kehutanan (P3K) Kabupaten Cirebon. Kondisi kandang para peternak rumahan tersebut sangat sederhana, bahkan kurang terawat sehingga risiko munculnya penyakit hewan sangat tinggi.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesehatan Hewan Kabupaten Cirebon Suhartono, penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus flu babi. Selain itu, juga dilakukan pemantauan kesehatan babi yang diternakkan. "Kandang babi yang sederhana dan tidak terawat memang punya risiko munculnya penyakit lebih besar," kata Suhartono.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Obat Hewan Dinas P3K Cirebon Encus Suswaningsih menyatakan, meski kemungkinan penyebaran virus H1N1 di Indonesia yang beriklim tropis lebih kecil, antisipasi tetap perlu dilakukan.
Selain itu, butuh kewaspadaan dari peternak sendiri untuk mengetahui gejala-gejala flu babi yang hampir sama seperti gejala flu burung. Di antaranya, hewan demam, keluar cairan pada hidung dan mulut, sesak napas, serta napsu makan turun. "Yang lebih spesifik dari flu babi adalah diare pada ternak yang tidak dijumpai pada gejala flu burung," tambah Encus.
Budi (20) dan Oong (50), peternak babi rumahan di Desa Jamblang, mengaku tidak khawatir dengan penyakit flu babi yang sedang mewabah di luar negeri. Menurut Budi, peternak dan konsumen di Cirebon belum khawatir. Bahkan, saat flu burung mewabah di Indonesia, peternak babi di Jamblang tidak terpengaruh. Pasalnya, selain populasi yang mereka ternakkan sedikit, jika tak laku dijual babi itu mereka konsumsi sendiri.
Kepala Dinas P3K Ali Effendi menjelaskan, antisipasi selanjutnya adalah pengawasan lalu lintas hewan ternak babi antarkabupaten maupun antarprovinsi lebih diperketat. Salah satunya dengan pengetatan surat keterangan asal hewan yang berisi keterangan kondisi kesehatan dan asal ternak. Pengawasan itu dilakukan di UPT Laboratorium Losari yang terletak di perbatasan Jabar dan Jateng.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang