Rizal-Mega = Kopi dan Mente

Kompas.com - 29/04/2009, 22:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai bertemu Megawati Soekarnoputri, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli yang diusung Dewan Integritas Bangsa sebagai salah satu calon presiden tak mau berbicara soal substansi pembicaraannya dengan Mega.

Kepada wartawan yang menunggunya di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Rizal malah menyebut kopi dan mente (mete). Berikut kutipan wawancaranya dengan wartawan, Rabu (29/4) malam.

Pak, tadi membicarakan apa?

Rizal: Ya, sudah lama enggak ngumpul sama Mbak Mega dan Bang Taufik (Ketua Dewan Pertimbangan Partai PDI-P Taufik Kiemas). Kopinya kan di sini terkenal enak.

Kok tiba-tiba datang?

Rizal: Ya, kan kopinya enak dan tadi ada kacang mente.

Selain kopi dan mente, apa lagi, Pak?

Rizal: Itu asyik banget. Jangan lupa, lho. Karena saya dulu pernah dipenjara di Sukamiskin. Ada teman saya anak Madiun. Dia suka mendapat kiriman jambu mente dari orangtuanya. Dia sembunyiin di bawah kasur. Malam-malam, diam-diam kita makanin.

Lalu, yang dibicarakan sama Ibu Mega?

Rizal: Ya itu, soal jambu mente.

Selain itu, pak?

Rizal: Kamu belum pernah nikmatin kopi plus jambu mente, sih. Itu paling mantap.

Siap jadi wakil Ibu Mega?

Rizal: Enggak ada ngomong soal itu. Ngomong kopi dan jambu mente doang.... Oh, ada lagi yang serius. Tentang IT KPU. Kan KPU minta rakyat untuk mencontreng supaya bisa di-scanning tabulasinya sehingga processing-nya cepat sekali. Kita sudah berpengalaman 15 tahun.

Itu sudah lama. Kenapa membicarakan hal itu tidak dari kemarin?

Rizal: Namanya OMR. Tapi KPU di tengah jalan ganti ke teknologi ECR yang tidak bisa baca tulisan tangan. Kalau tahu gitu, ngapain pakai contreng. Karena tidak bisa contreng, masuk teknologi manual. Di situ permainannya.

Apa akan lapor ke MK?

Rizal: Itu bagian teman-teman hukum, lha?

Jadi, action-nya apa?

Rizal: Kalau action, tanya sama bintang film action saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau