JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai bertemu Megawati Soekarnoputri, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli yang diusung Dewan Integritas Bangsa sebagai salah satu calon presiden tak mau berbicara soal substansi pembicaraannya dengan Mega.
Kepada wartawan yang menunggunya di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Rizal malah menyebut kopi dan mente (mete). Berikut kutipan wawancaranya dengan wartawan, Rabu (29/4) malam.
Pak, tadi membicarakan apa?
Rizal: Ya, sudah lama enggak ngumpul sama Mbak Mega dan Bang Taufik (Ketua Dewan Pertimbangan Partai PDI-P Taufik Kiemas). Kopinya kan di sini terkenal enak.
Kok tiba-tiba datang?
Rizal: Ya, kan kopinya enak dan tadi ada kacang mente.
Selain kopi dan mente, apa lagi, Pak?
Rizal: Itu asyik banget. Jangan lupa, lho. Karena saya dulu pernah dipenjara di Sukamiskin. Ada teman saya anak Madiun. Dia suka mendapat kiriman jambu mente dari orangtuanya. Dia sembunyiin di bawah kasur. Malam-malam, diam-diam kita makanin.
Lalu, yang dibicarakan sama Ibu Mega?
Rizal: Ya itu, soal jambu mente.
Selain itu, pak?
Rizal: Kamu belum pernah nikmatin kopi plus jambu mente, sih. Itu paling mantap.
Siap jadi wakil Ibu Mega?
Rizal: Enggak ada ngomong soal itu. Ngomong kopi dan jambu mente doang.... Oh, ada lagi yang serius. Tentang IT KPU. Kan KPU minta rakyat untuk mencontreng supaya bisa di-scanning tabulasinya sehingga processing-nya cepat sekali. Kita sudah berpengalaman 15 tahun.
Itu sudah lama. Kenapa membicarakan hal itu tidak dari kemarin?
Rizal: Namanya OMR. Tapi KPU di tengah jalan ganti ke teknologi ECR yang tidak bisa baca tulisan tangan. Kalau tahu gitu, ngapain pakai contreng. Karena tidak bisa contreng, masuk teknologi manual. Di situ permainannya.
Apa akan lapor ke MK?
Rizal: Itu bagian teman-teman hukum, lha?
Jadi, action-nya apa?
Rizal: Kalau action, tanya sama bintang film action saja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang