Lamongan Belajar Perikanan ke Thailand

Kompas.com - 01/05/2009, 17:41 WIB

 

LAMONGAN, KOMPAS.com - Prasetya Wahyu Kusuma (31), staf Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan, Sabtu (2/5), akan berangkat belajar pembenihan ikan ke Thailand. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan, Mustakim Arif, Jumat (1/5), menyatakan, Prasetya menjadi duta Indonesia untuk belajar di Thailand mulai 4-31 Mei mendatang di Songkhlah, Thailand.

Semua biaya akomodasi dan transportasi ditanggung pemerintah Thailand lewat Program Thailand International Development Cooperative Agency (TICA). Semula program itu ditawarkan Biro Kerjasama Luar Negeri Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Waktu itu kami ajukan aplikasi untuk dua orang yakni Prasetya dan Panca namun yang lolos hanya Prasetya," kata Mustakim Arif. Prasetya lahir 17 Juni 1978 merupakan anak pasangan Bambang Sulistyo dan Endang Ismiati, adik dari Diana Devi Swandari, kakak dari Safrina Agung Wiyatasari.

Prasetya dikenal tekun, kreatif dan cakap berbahasa Inggris. "Dia juga menjadi guide konsultan perikanan dari Jerman. Dia yang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Jakarta jadi PNS di Dinas Kelautan dan Perikanan Lamongan sejak 2006. Dia juga menggagas budi daya kakap putih di air tawar," kata Mustakim.

Di Thailand, Prasetya akan belajar pembenihan ikan bersirip atau fin fish melalui training course on marine fin fish hatchery selama tiga minggu di Coastal Fisheries and Development Bureau Departement of Fisheries Thailand. Bupati Lamongan Masfuk berharap Prasetya bisa menyerap ilmu di Thailand untuk diterapkan di Lamongan.

Dia juga berharap Prasetya lebih kreatif dalam koridor tata pemerintahan. Ilmu yang didapat dari Thailand diaplikasikan untuk kemajuan Lamongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau