Kalla Minta Jangan Takut Kalah Sebelum Bertanding

Kompas.com - 02/05/2009, 23:06 WIB

MAKASSAR,KOMPAS.com-Wapres Muhammad Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar meminta semua kader partai beringin jangan takut kalah sebelum bertanding.

Hal itu disampaikan Kalla terkait hasil survei sementara yang masih mengunggulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan kembali memenangkan pilpres 2009 dibandingkan dirinya.

Ditegaskan Kalla, jika sekarang Partai Golkar ingin naik statusnya, pilihannya hanya satu yakni memenangkan pilpres. "Kita menjadi pemerintah dengan benar, artinya kita harus menangkan pilpres dan menentukan arah. Atau, sekalian oposisi. Akan tetapi, yakinlah Golkar akan menang. Jangan seperti orang Golkar yang belum bertanding, tetapi sudah takut kalah karena survei," tegasnya.

Tentang mengapa memilih Wiranto sebagai cawapres, Kalla mengatakan karena Wiranto merupakan figur pemimpin kuat dan punya track record baik dan memiliki kemampuan baik. Ia juga pernah memenangkan konvensi di Partai Golkar sehingga pernah menunjukkan kepercayaan kepada Partai Golkar.  "SBY memang seorang pemimpin yang baik. Akan tetapi, kita bisa menjadi yang lebih baik," ungkapnya.

Adapun mengenai gugatan dari sejumlah orang yang mengatasnamakan pengurus Partai Golkar dari DPD II, Kalla menyatakan setelah ia mengecek ternyata mereka hanya mengatasnamakan DPD Partai Golkar saja. "Tidak semuanya begitu. Saya cek ke DPD Banten, ternyata bukan pengurus itu. Jadi, ada yang main-main. Saya meminta DPD I untuk memanggil mereka dan kalau perlu laporkan kepada Polri yang ngomong tidak benar. Ada juga teman-teman yang kebelet ingin jadi apa, nggak benar ngomongnya," jelas Kalla, yang menambahkan akan bertanggung jawab dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di masa datang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau