JAKARTA, KOMPAS.com — Peringatan satu dasawarsa harian Warta Kota, Minggu (3/5), juga dimeriahkan dengan peluncuran situs online www.wartakota.co.id. Didampingi CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Pemimpin Umum Warta Kota Dedy Pristiwanto, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Muhayat meresmikan peluncuran Warta Kota online tersebut di Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di Kawasan Kota Tua.
Warta Kota online hadir sekaligus bersama situs Wisata Kota Toea. Situs khas ini hadir berkat kerja sama Warta Kota online dan Kompas.com.
Harian Warta Kota dan Warta Kota online hadir untuk melengkapi pemenuhan informasi bagi warga Jabodetabek dan sekitarnya. Warta Kota online memberikan ruang atau forum interaksi, ruang untuk saling berbagi, dan ruang untuk saling menguatkan. Layanan umum dan pendidikan dijadikan senjata utama untuk menyodok berita online yang sudah banyak di pasar media.
"Layanan umum masuk ke city news, dan memang kami fokus di Jakarta dan sekitarnya," kata Sigit Setiono, Kepala Proyek Warta Kota Online yang ditemui setelah peluncuran Warta Kota online di Jakarta, Minggu (3/5). Sigit sadar, dalam dunia online harian terbesar di Jabodetabek ini tidak gampang untuk segera diterima.
Untuk itulah dalam setahun ini Warta Kota menargetkan untuk masuk dalam jalur jajaran berita online dan diterima masyarakat. "Kita kejar traffic dulu. Berita-berita heboh dan keras seperti gosip dan kriminal akan kita angkat," kata Sigit.
Tentu tidak hanya itu karena kemudian ia menjelaskan bagaimana portal layanan umum dan pendidikan diisi. Menurutnya, dalam berita layanan umum, Warta Kota online akan menampilkan seluruh prosedur perizinan di Jakarta sekaligus melakukan pengawasan. Sebagai contoh, ditampilkan bagaimana cara membuat izin mendirikan bangunan, surat izin usaha, izin mendirikan portal, sampai perpanjangan KTP. "Kami akan kontrol, apakah warga dipersulit atau tidak," kata Sigit.
Sementara itu, untuk dunia pendidikan, akan memuat informasi seputar sekolah-sekolah. Hal ini terkait dengan akan berakhirnya proses belajar mengajar. "Kami sajikan mulai dari profil sekolah unggulan, proses masuknya ke suatu sekolah, sampai pada informasi tentang peluang masuknya seseorang ke suatu sekolah berdasarkan nilai UN," ungkap Sigit. (Tim Warta Kota)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang