BOGOR, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Wilayah Bogor menahan Mulyana dan Rachmat, berusia sekitar 40 tahun, dengan sangkaan sebagai penyedia perempuan pelacur atau germo, Rabu (6/5). Selain itu, aparat juga mengamankan delapan pelacur dan 23 laki-laki yang dinyatakan sebagai preman.
Kepala Subbagian Reserse Kriminal Polwil Bogor Ajun Komisaris Purwanto Puji Sutan mengatakan, penangkapan dua tersangka pelaku praktik prostitusi tersebut salah satu hasil pelaksanaan Operasi Pemberantasan Penyakin Masyarakat. "Operasi ini semacam cipta kondisi menjelang pelaksanaan pemilu presiden. Agar pemilu di sini berjalan lancar, aman, dan kondusif," katanya.
Mulyana dan Rachmat ditangkap di sebuah vila milik Akmad di Jalan Raya Cimacan, Kampung Sukadingin, Kecamatan Palasari, Kabupaten Cianjur. Bersama keduanya diamankan delapan perempuan yang akan ditawarkan atau dibawa kepada laki-laki hidung belang peminatnya. Perempuan itu para pekerja seks komersial. "Mereka hanya kami data dan diambil keterangannya sebagai saksi. Saat penggerebekan vila tersebut, para perempuan itu belum melakukan praktik pelacuran," kata Kepala Unit II Subbag Reskrim Inspektur Satu Tatang Driyana, yang melaksanakan penyidikan kasusnya.
Tersangka Mulyana dan Rachmat bertindak sebagai penyedia perempuan pelacur dan membawa mereka kepada pemesannya. Tarif perempuan pelacur itu Rp 250.000 sampai Rp 500.000 sekali melayani laki-laki hidung belang. "Kedua tersangka akan mendapat 25 persen dari tarif tersebut. Kedua tersangka penjual orang itu sekarang sudah ada di sel tahanan kami," kata Tatang.
Adapun mengenai preman yang terjaring operasi kemarin ada 23 orang. Empat orang di antaranya masih remaja, lainnya laki-laki dewasa. Aparat menciduk mereka dari lima lokasi berbeda, seperti di kawasan Terminal Bus Baranangsiang dan persimpangan Ciawi.
Di kantor Polwil Bogor para preman tersebut didata identitasnya dan diberi pengarahan, untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang meresahkan masyarakat. Mereka juga diminta berjanji untuk tidak melakukan perbuatan kriminalitas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang