Polwil Bogor Tahan Dua Germo

Kompas.com - 06/05/2009, 21:26 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Wilayah Bogor menahan Mulyana dan Rachmat, berusia sekitar 40 tahun, dengan sangkaan sebagai penyedia perempuan pelacur atau germo, Rabu (6/5). Selain itu, aparat juga mengamankan delapan pelacur dan 23 laki-laki yang dinyatakan sebagai preman.

Kepala Subbagian Reserse Kriminal Polwil Bogor Ajun Komisaris Purwanto Puji Sutan mengatakan, penangkapan dua tersangka pelaku praktik prostitusi tersebut salah satu hasil pelaksanaan Operasi Pemberantasan Penyakin Masyarakat. "Operasi ini semacam cipta kondisi menjelang pelaksanaan pemilu presiden. Agar pemilu di sini berjalan lancar, aman, dan kondusif," katanya.

Mulyana dan Rachmat ditangkap di sebuah vila milik Akmad di Jalan Raya Cimacan, Kampung Sukadingin, Kecamatan Palasari, Kabupaten Cianjur. Bersama keduanya diamankan delapan perempuan yang akan ditawarkan atau dibawa kepada laki-laki hidung belang peminatnya. Perempuan itu para pekerja seks komersial. "Mereka hanya kami data dan diambil keterangannya sebagai saksi. Saat penggerebekan vila tersebut, para perempuan itu belum melakukan praktik pelacuran," kata Kepala Unit II Subbag Reskrim Inspektur Satu Tatang Driyana, yang melaksanakan penyidikan kasusnya.

Tersangka Mulyana dan Rachmat bertindak sebagai penyedia perempuan pelacur dan membawa mereka kepada pemesannya. Tarif perempuan pelacur itu Rp 250.000 sampai Rp 500.000 sekali melayani laki-laki hidung belang. "Kedua tersangka akan mendapat 25 persen dari tarif tersebut. Kedua tersangka penjual orang itu sekarang sudah ada di sel tahanan kami," kata Tatang.

Adapun mengenai preman yang terjaring operasi kemarin ada 23 orang. Empat orang di antaranya masih remaja, lainnya laki-laki dewasa. Aparat menciduk mereka dari lima lokasi berbeda, seperti di kawasan Terminal Bus Baranangsiang dan persimpangan Ciawi.

Di kantor Polwil Bogor para preman tersebut didata identitasnya dan diberi pengarahan, untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang meresahkan masyarakat. Mereka juga diminta berjanji untuk tidak melakukan perbuatan kriminalitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau