Gunung Slamet Bikin Guci Merugi

Kompas.com - 06/05/2009, 23:30 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Pengelola objek wisata (OW) pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal, Jateng, rugi ratusan juta rupiah karena terjadi penurunan tingkat kunjungan wisatawan terkait dengan adanya kabar meningkatnya aktivitas Gunung Slamet.
    
Kepala UPTD Guci Kabupaten Tegal, Imam Sutanto di Tegal, Rabu, mengatakan, sejak dua pekan terakhir ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke OW Guci hanya sekitar 30 orang, padahal saat hkondisi normal mampu mencapai ratusan orang.
    
"Penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Guci setelah adanya aktivitas Gunung Slamet meningkat, sehingga kondisi itu berdampak terhadap penurunan pendapatan hingga ratusan juta rupiah," katanya.
    
Meningkatnya aktivitas Gunung Slamet ini, katanya, telah melemahkan beberapa sektor pendapatan, seperti parkir, tiket masuk, tiket pemandian air panas, dan lainnya.
    
Ia mengatakan, sebenarnya kondisi aktivitas Gunung Slamet belum cukup berbahaya sehingga wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke objek wisata Guci.
    
"Kami harapkan para wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata Guci tidak perlu khawatir mengingat kondisi Gunung Slamet masih relatif aman," katanya.
    
Menurut dia, untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, pihak OW Guci akan terus mengecek suhu panas air dan udara setiap tiga jam sekali. Suhu air panas di OW Guci saat ini dalam kondisi normal, yaitu berkisar 42 derajat celcius dan suhu udara sekitar 21 derajat celcius.
    
"Saat ini, kondisi air panas masih aman bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandian air panas Guci. Jadi aktivitas Gunung Slamet belum berdampak terhadap kenyamanan di lokasi obyek wisata," katanya.
    
Ia mengatakan, pihak pengelola OW Guci belum ada rencana untuk menutup lokasi wisata itu selama kondisi suhu air panas dan udara masih stabil. "Penutupan akan kami lakukan jika suhu air panas telah mencapai 50 derajat celcius," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau