Penderitaan akibat Meluasnya Pengaruh Taliban di Pakistan

Kompas.com - 10/05/2009, 08:57 WIB

MINGORA, KOMPAS.com — Sejumlah penduduk sipil terbaring di bangsal rumah sakit dan sejumlah penduduk lain berjuang untuk memenuhi kebutuhan pangan anak-anak mereka. Kejadian ini berlangsung saat beberapa pesawat tempur Pakistan menggempur Lembah Swat yang dikuasai Taliban, Sabtu (9/5).

Pasukan dan pesawat-pesawat tempur Pakistan berhasil menewaskan beberapa militan dalam pertempuran yang dilancarkan di barat laut Lembah Swat. Serangan militer itu mengakibatkan eksodus ratusan ribu warga yang berusaha menyelamatkan diri.

Masalah darurat kemanusiaan ini telah menambah pelik guncangan politik, ekonomi, serta keamanan di negara nuklir tersebut. Sejumlah pengungsi yang putus asa dengan kondisi kehidupan mereka dilaporkan telah menjarah suplai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di satu kamp dengan mengambil selimut dan minyak goreng.

Sebuah serangan rudal yang diduga milik AS telah menewaskan 9 orang, sebagian besar warga asing di Waziristan Selatan, markas Taliban di dekat perbatasan Afghanistan. Identitas korban tewas belum diketahui.

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani telah mengalokasikan dana jutaan dollar AS untuk membantu warga di sebuah wilayah yang telah meragukan kepimpinannya akibat tekanan masalah kemanusiaan yang mereka hadapi.  Yousuf Raza Gilani  mencoba meyakinkan mereka dengan mengatakan militer Pakistan "hanya akan berhasil menumpas Taliban apabila mendapatkan dukungan massa."

Dengan mendapatkan dukungan AS, Pakistan melancarkan serangan militer berskala penuh, Kamis (7/5), untuk menghentikan perluasan kendali Taliban di distrik yang berada pada radius 100 kilometer dari ibu kota Islamabad. Pasukan Pakistan berjuang untuk merebut Lembah Swat dan distrik di sekitarnya dari Taliban yang mendominasi bentangan wilayah menuju perbatasan Afghanistan dan diduga oleh AS sebagai lokasi persembunyian pemimpin al Qaeda Osama bin Laden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau