Koalisi PDI-P dan Demokrat Sesuai Ramalan Ronggo Warsito

Kompas.com - 12/05/2009, 10:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrat sangat tepat berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Apalagi, komunikasi politik di antara keduanya sudah sering dilakukan, yang diharapkan akan berujung pada koalisi kedua partai itu dalam jangka panjang.

"Koalisi kedua partai ini sangat baik bagi kemajuan bangsa dan negara, karena menurut pujangga Ronggo Warsito ketika mengemukakan ramalannya tentang tujuh satrio piningit yang akan memerintah Indonesia, bahwa satrio keenam yaitu satrio boyong pambukaning gapuro, yang sekarang ini ditafsirkan sebagai Susilo Bambang Yudhoyono, akan menjadi peletak dasar pembuka gerbang menuju tercapainya jaman keemasan," ujar Sosiolog Musni Umar di Jakarta, Selasa (12/5).

"Dan akan selamat memimpin bangsa manakala mau dan mampu menyinergikan dengan kekuatan satrio peningit yang pernah memimpin negeri ini," sambungnya.

Musni, yang juga Direktur Institute for Social Empowerment and Democracy ini, menilai, koalisi Demokrat dengan PDI-P akan menjadi tim impian untuk membawa negeri ini sehingga siap memasuki zaman keemasan di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau