LAMONGAN, KOMPAS.com - Selain menyiapkan satu ruang khusus untuk isolasi bagi pasien suspek terjangkit virus ifluenza tipe A H1N1, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyediakan stok tamiflu cukup. Di gudang Dinas Kesehatan Lamongan tersedia 400 tablet sedang dari 33 Puskesmas di Lamongan masing-masing tersedia 100 tablet.
Sebelumnya Tamiflu disiapkan untuk antisipasi pasien suspect flu burung sejak dua tahun lalu dari Departemen Kesehatan RI. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Lamongan Abdur Rivai menyatakan obat tamiflu ini bisa digunakan untuk 135 varian influenza.
Untuk virus influenza dengan kode H, obat ini bisa digunakan mulai varian H1 sampai H15. Tamiflu itu juga bisa digunakan untuk varian N1 sampai N15. Persediaan tamiflu di Puskesmas adalah stok pengiriman tahap I lalu, sementara yang digudang Dinkes adalah pengiriman tahap II dan Depkes.
Tamiflu bisa digunakan untuk penyembuhan berbagai varian influenza termasuk untuk virus-virus flu ganas seperti flu burung (H5N1) atau flu babi (H1N1). Bila pasien suspect segera mendapat perawatan, tamiflu bisa efektif digunakan untuk menyembuhkan pasien yang suspect. “Untuk menyembuhkan satu pasien yang suspect hanya dibutuhkan 10 tablet tamiflu,“ kata Rivai.
Kepala Bagian Humas dan Infokom Kabupaten Lamongan, Aris Wibawa meyampaikan masyarakat tidak perlu risau dan panik dengan pemberitaan seputar virus flu babi sebab di Lamongan konsumsi hewan itu sangat tidak umum. Namun Lamogan tetap waspada dan tanggap dengan menyiapkan ruang khusus pasien suspect dan menyediakan tamiflu.
Masyarakat diimbau menjaga kesehatan di awal masa pergantian musim ini. “Biasanya di masa pancaroba seperti ini daya tahan tubuh akan turun dan rentan terkena berbagai virus,“ ujar Aris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang