JAKARTA, KOMPAS.com — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar geladi resik pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden di Gedung KPU, Jumat (15/5). Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary hingga Anggota KPU Andi Nurpati, Endang Sulastri dan Syamsul Bahri, terlibat di dalamnya.
Kedatangan bakal capres dan cawapres di halaman parkir Gedung KPU akan disambut langsung oleh Anggota KPU Andi Nurpati dan Syamsul Bahri. Keduanya akan menggiring bakal capres dan cawapres beserta rombongannya menuju ruang pendaftaran di lantai dua Gedung KPU dengan melintas di atas karpet merah. Di depan ruang pendaftaran, Hafiz dan Endang sudah menunggu dan siap menyambut bakal pasangan capres dan cawapres.
Keduanya kemudian akan dituntun menuju tempat duduk khusus. Begitu pula dengan rombongan yang menyertai. KPU menyediakan dua banjar kursi untuk rombongan yang terdiri dari sekjen parpol dan tim kampanye. Prosesi pendaftaran dimulai dengan menyanyikan lagu "Satu Nusa Satu Bangsa".
Kemudian Ketua KPU diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan atau penjelasan singkat, diikuti dengan penjelasan singkat dari Ketua Pokja Pencalonan KPU. Kemudian, tim pendaftaran calon diberikan waktu untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Setelah prosesi penyerahan berkas selesai, bakal calon presiden diberikan waktu untuk menyampaikan pernyataan diri dengan didampingi bakal cawapres.
Prosesi ini kemudian diikuti dengan tanya jawab dengan pers. Kata penutup dari Ketua KPU menjadi tahapan terakhir prosesi pendaftaran bakal capres dan cawapres. Kemudian, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu "Padamu Negeri".
Hafiz mengatakan, penyelenggaraan geladi resik dilakukan pada detik-detik terakhir karena memang belum ada bakal pasangan capres dan cawapres yang datang mendaftar. Sementara itu, Hafiz menegaskan, prosesi akan terus berulang jika pasangan capres dan cawapres datang dalam waktu yang berbeda. "Jika datang berbarengan ya diterima sama-sama saja," tutur Hafiz.
Prosesi pendaftaran maksimal berlangsung selama satu jam. Anggota KPU Syamsul Bahri mengatakan, permintaan geladi resik sudah disampaikan sebelum pendaftaran capres-cawapres dibuka pada tanggal 10 Mei lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang