Komisioner Geladi Resik Sambut Capres-Cawapres

Kompas.com - 15/05/2009, 15:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar geladi resik pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden di Gedung KPU, Jumat (15/5). Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary hingga Anggota KPU Andi Nurpati, Endang Sulastri dan Syamsul Bahri, terlibat di dalamnya.

Kedatangan bakal capres dan cawapres di halaman parkir Gedung KPU akan disambut langsung oleh Anggota KPU Andi Nurpati dan Syamsul Bahri. Keduanya akan menggiring bakal capres dan cawapres beserta rombongannya menuju ruang pendaftaran di lantai dua Gedung KPU dengan melintas di atas karpet merah. Di depan ruang pendaftaran, Hafiz dan Endang sudah menunggu dan siap menyambut bakal pasangan capres dan cawapres. 

Keduanya kemudian akan dituntun menuju tempat duduk khusus. Begitu pula dengan rombongan yang menyertai. KPU menyediakan dua banjar kursi untuk rombongan yang terdiri dari sekjen parpol dan tim kampanye. Prosesi pendaftaran dimulai dengan menyanyikan lagu "Satu Nusa Satu Bangsa". 

Kemudian Ketua KPU diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan atau penjelasan singkat, diikuti dengan penjelasan singkat dari Ketua Pokja Pencalonan KPU. Kemudian, tim pendaftaran calon diberikan waktu untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Setelah prosesi penyerahan berkas selesai, bakal calon presiden diberikan waktu untuk menyampaikan pernyataan diri dengan didampingi bakal cawapres. 

Prosesi ini kemudian diikuti dengan tanya jawab dengan pers. Kata penutup dari Ketua KPU menjadi tahapan terakhir prosesi pendaftaran bakal capres dan cawapres. Kemudian, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu "Padamu Negeri".

Hafiz mengatakan, penyelenggaraan geladi resik dilakukan pada detik-detik terakhir karena memang belum ada bakal pasangan capres dan cawapres yang datang mendaftar. Sementara itu, Hafiz menegaskan, prosesi akan terus berulang jika pasangan capres dan cawapres datang dalam waktu yang berbeda. "Jika datang berbarengan ya diterima sama-sama saja," tutur Hafiz. 

Prosesi pendaftaran maksimal berlangsung selama satu jam. Anggota KPU Syamsul Bahri mengatakan, permintaan geladi resik sudah disampaikan sebelum pendaftaran capres-cawapres dibuka pada tanggal 10 Mei lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau