JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden dari Partai Golkar Jusuf Kalla mengaku tidak khawatir dengan banyaknya parpol yang bergabung dengan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY Berbudi). Pasalnya, meskipun partai-partai tersebut bergabung, tetapi pendukungnya justru tidak berpihak ke SBY Berbudi. Hal itu diibaratkan oleh Jusuf Kalla sebagai bus kota yang parkir di suatu tempat, tetapi penumpangnya berada di tempat lain.
"Bus boleh saja parkir di tempat tertentu, namun penumpangnya kan ada di tempat kita, jadi tidak apa-apa banyak bus yang parkir di tempat itu dan membuat padat. Asal penumpangnya di sini," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan sebelum dimulainya acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional Pasangan JK-Win di sebuah hotel di Jakarta, Sabtu pagi ini.
Dalam acara Silaturahmi Tim Kampanye Nasional JK-Win itu, selain dihadiri 600 anggota tim kampanye, juga dihadiri Drajad Wibowo yang merupakan utusan khusus Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Hadir pula Ketua Umum Brigade Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia Ali Muchtar Ngabalin, serta tokoh agama Kiai Amidhan.
Lebih jauh Kalla mengatakan, pasangan JK-Win merupakan pasangan nusantara yang harmonis dan memenuhi banyak persyaratan yang ideal, di antaranya kombinasi Jawa dan luar Jawa dan religius.
Sementara itu, Wiranto menyatakan, untuk menghadapi pilpres, dia mengajak Tim Kampanye Nasional untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan musuh serta dan kekuatan dan kelemahan diri sendiri.
"Kekuatan tidak penting, yang penting dalam 'pertempuran' itu adalah menguasai cuaca, medan, kekuatan lawan, dan lainnya," tandas Wiranto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang