KOTA GAZA, KOMPAS.com — Mesir membuka perbatasannya dengan Jalur Gaza bagi lalu lintas masuk dan keluar wilayah yang telah berada dalam blokade Israel selama hampir dua tahun, Sabtu (16/5).
"Tempat-tempat penyeberangan telah dibuka dalam dua arah bagi alasan-alasan kemanusiaan setelah satu keputusan Mesir dan pihak Hamas," kata seorang pejabat keamanan dari gerakan Islam yang menguasai Gaza itu kepada AFP.
Mesir tetap menolak desakan untuk membuka perbatasannya dengan Jalur Gaza secara permanen, dan menegaskan pihaknya hanya dapat melakukan itu apabila kekuasaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dukungan Barat itu dipulihkan.
Namun, Mesir membuka perbatasan tersebut untuk sementara beberapa kali sejak Israel melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap wilayah itu tahun lalu.
Satu perjanjian internasional yang ditandatangani Israel dan Pemerintah Palestina pimpinan Abbas menetapkan Uni Eropa mengawasi semua tempat penyeberangan di perbatasan itu dan instalasi-instalasi kamera keamanan Israel. Namun, pada Juni 2007, Hamas menguasai wilayah itu setelah mengalahkan pasukan yang setia kepada Abbas, yang memicu Israel melakukan blokade.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang