SIDOARJO, KOMPAS.com — Dua pemuda di Sidoarjo, Jatim, ditemukan tewas, diduga akibat melakukan pesta minuman keras selama sehari semalam.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Candi AKP Choirul Anam, Selasa, mengatakan, pesta minuman keras itu dilakukan pada Sabtu (16/5) hingga Minggu (17/5), dan diikuti 11 orang pemuda.
"Namun selang sehari setelah pesta miras, Sultoni dan Nur Kholik mengaku kepala pening dan muntah-muntah. Oleh keluarganya langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo," katanya.
Akan tetapi, belum sempat diberi perawatan, lanjut Choirul, korban sudah meninggal dunia. "Begitu kami mendapatkan laporan tersebut, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara yaitu di lokasi," katanya.
Di lokasi itu, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti tutup botol minuman keras merek Topi Miring dan juga beberapa bulu dan tulang bebek. "Dari penuturan saksi, saat melakukan pesta miras, 11 pemuda tersebut sempat membakar bebek sebagai makanan 'camilannya'," katanya.
Sementara itu, Slamet, orangtua Nur Kholik, mengaku syok dengan kejadian ini. Dirinya tidak menyangka anaknya akan berpulang dengan cara seperti ini. "Saya tidak menduga, anak saya akan meninggal dengan cara seperti ini," katanya saat dimintai keterangan di Polsek Candi.
Ia mengaku, ada perilaku berbeda beberapa hari sebelum anaknya meninggal dunia. Jika biasanya anaknya selalu berada di rumah pada sore hari, tetapi pada beberapa terakhir jarang terlihat di rumah.